
Ribuan Personel Amankan Pilkada Banyumas

"Personel yang dilibatkan terdiri atas TNI/Polri sebanyak 1.593 orang dan Linmas sebanyak 6.118 orang," katanya di Purwokerto, Jumat.
Kapolres mengatakan hal itu kepada wartawan di sela Gelar Pasukan dan Penyerahan Linmas dari Bupati Banyumas kepada Kapolres Banyumas dalam rangka pengamanan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas 2013 serta Operasi Mantap Praja Satria yang berlangsung di Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto.
Menurut dia, seluruh personel akan disebar ke seluruh tempat-tempat pengamanan yang telah ditentukan, antara lain, tempat pemungutan suara (TPS) dan sejumlah objek vital, seperti DPRD, Kantor Bupati, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), dan Sekretariat Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu).
Sementara bagi personel Brimob dan TNI yang di bawah kendali operasi (BKO), kata dia, akan disebar di sekitar Kecamatan Ajibarang, Banyumas, dan Sumpiuh.
"Kita harapkan pada hari Sabtu (16/2) mereka sudah betul-betul siap melaksanakan pengamanan dan bersosialisasi di seputaran TPS tersebut sampai dengan pelaksanaan hari-H pencoblosan, 17 Februari 2013," katanya.
Karena penghitungan perolehan suara di tingkat kelurahan/desa dilaksanakan pada tanggal 18 Februari, personel yang melaksanakan pengamanan di TPS masih tetap melekat di kelurahan/desa setempat, katanya.
Setelah hasil penghitungan suara di tingkat kelurahan/desa diserahkan kepada kecamatan, lanjut dia, personel pengamanan akan bergeser ke kecamatan.
"Secara keseluruhan ada 2.654 TPS yang terbagi dalam kategori Rawan I sebanyak 12 TPS, Rawan II sebanyak 275 TPS, dan sisanya aman," katanya.
Dalam hal ini, kata Kapolres, TPS yang masuk dalam kategori aman disebabkan jaraknya dekat dan tidak ada gangguan, sedangkan untuk kategori Rawan II diprediksikan adanya kerawanan atau hal-hal khusus yang telah ditentukan oleh Polres saat menggelar rapat dengan Panwaslu.
Adapun kategori Rawan I, dia menjelaskan bahwa TPS tersebut memiliki potensi kerawanan karena adanya pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan melaksanakan pencoblosan, kemudian jarak TPS-nya relatif jauh dan sulit dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa petugas yang diterjunkan dalam pengamanan TPS kategori aman terdiri atas dua polisi dan 24 petugas Linmas untuk 12 TPS, Rawan II terdiri atas dua polisi dan 12 petugas Linmas untuk enam TPS, sedangkan Rawan I terdiri atas dua polisi dan empat petugas Linmas untuk dua TPS.
"Insya Allah setelah salat Jumat, kami juga akan 'show of force' (unjuk kekuatan, red.) dengan mengelilingi Kota Purwokerto," kata Kapolres.
Usai gelar pasukan yang dihadiri Panglima Daerah Militer IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Hardiono Saroso, dilakukan simulasi pengamanan pelaksanaan pemungutan suara.
Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas diikuti enam pasangan calon yang terdiri atas dua pasangan dari jalur perseorangan dan empat pasangan yang diusung gabungan partai politik.
Dua pasangan dari jalur perseorangan, yakni pasangan Toto Dirgantoro-Saefuddin (Toto-Sae) dan pasangan Anteng Tjahyono Widyadi-Dwi Basuki (Oyong-Uki).
Empat pasangan yang diusung oleh gabungan partai politik, yakni pasangan Mardjoko-Gempol Suwandono yang diusung Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai Gerindra.
Pasangan Achmad Husein-Budhi Setiawan (Husein ber-Budhi) yang diusung Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Pasangan Warman Suharno-Winarni (Wani) yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Pasangan Muksonudin-Hendri Anggoro Budi (Muri) yang diusung Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB).
Dua di antara enam calon bupati tersebut merupakan pejabat kini (petahana), yakni Mardjoko yang saat ini masih menjabat Bupati Banyumas dan Achmad Husein yang merupakan Wakil Bupati Banyumas.
Keenam pasangan itu harus memperebutkan suara dari 1.315.267 pemilih yang tersebar di 2.654 TPS.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
