Logo Header Antaranews Jateng

Panen Raya, Harga Beras di Semarang Berangsur Turun

Senin, 11 Februari 2013 18:17 WIB
Image Print
ilustrasi


"Sudah sekitar seminggu ini harga beras rata-rata turun, mulai beras yang mahal hingga murah. Pasokan dari daerah-daerah sudah banyak," kata Edi, distributor beras dan sembako di Pasar Dargo Semarang, Senin.

Ia menyebutkan harga beras per Senin (11/2) ini, yakni jenis mentik wangi sudah turun menjadi Rp8.500-8.600/kilogram dari sebelumnya Rp8.700/kg, bramo turun dari harga Rp8.300-8.400/kg menjadi Rp8.000/kg.

Harga beras kualitas sedang, yakni C4 super dari sebelumnya Rp8.150/kg turun menjadi Rp7.600-7.700/kg, sementara harga beras C4 biasa saat ini sudah sekitar Rp7.200/kg padahal sebelumnya menyentuh Rp7.700/kg.

Menurut Pemilik Toko Sembako "48" Semarang itu, panen raya saat ini hampir merata dialami seluruh daerah penghasil beras, baik di Jawa Tengah, termasuk kawasan Pantai Utara (Pantura), Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Pasokan beras dari daerah Pantura sekarang sudah banyak, mulai Demak hingga Pekalongan. Kadang, saya juga ambil beras dari Jabar. Meski masuk musim hujan, curah hujan sekarang sudah tak terlalu tinggi," katanya.

Karena itu, kata dia, banyak daerah-daerah penghasil beras yang panennya cukup berhasil sehingga pasokan beras di pasaran berjalan lancar dengan stok yang besar, dan harga beras akhirnya berangsur menurun.

Ia mengaku dalam setidaknya mampu menjual beras mencapai satu ton dalam sehari, terutama pembelian dalam jumlah besar dari pedagang-pedagang beras yang kemudian menjualnya secara eceran kepada masyarakat.

"Ya memang tidak tentu (penjualan beras, red.), tetapi rata-rata saya bisa jual satu ton beras/hari. Lumayan, pembelian beras sekarang sudah berangsur naik, mudah-mudahan ke depannya bisa terus meningkat," kata Edi.

Senada dengan itu, Dewi (34) pedagang sembako di Pasar Purwogondo Semarang mengakui harga sejumlah jenis beras mengalami penurunan di pasaran, meski ada beberapa jenis beras yang harganya relatif tetap stabil.

"Ya bergantung jenisnya, ada yang harganya sudah turun, ada yang masih tetap. Seperti beras bramo, saya masih jual seharga Rp8.500/kg. Itu kan harga eceran, kalau dari distributor harganya berbeda," katanya.



Pewarta:
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026