
Pasar Imlek Semawis Simbol Kebhinnekaan

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Johan Rifai di Semarang, Kamis mengatakan bahwa Pasar Imlek Semawis jadi simbol kebhinnekaan, meskipun berbeda agama dan etnis, warga tetap bersatu.
"Tidak dipungkiri Kota Semarang tidak hanya dibangun etnis Jawa tetapi juga Cina," katanya.
Hal sama sebelumnya juga disampaikan Plt Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang mengatakan bahwa Pasar Imlek Semawis merupakan bukti di Kota Semarang tidak ada konflik etnis.
"Ini (Pasar Imlek Semawis, red.) bukti tidak ada persoalan konflik etnis di Kota Semarang," katanya.
Hendrar Prihadi juga melihat bahwa keberagaman atau perbedaan yang ada baik etnis maupun agama merupakan suatu hal yang sangat indah dan harus tetap terus dijaga.
Keberagaman yang muncul di Pasar Semawis terlihat dari sejumlah acara dan stan hingga pengunjungnya.
Pasar Imlek Semawis tahun ini merupakan kegiatan kesepuluh kalinya di Kota Semarang dan digelar mulai tanggal 6--8 Februari 2013.
Acara digelar di sepanjang jalan di Wot Gandul Timur atau Cap Kao King sampai dengan Gang Pinggir atau Jalan Kapuran yang merupakan Kawasan Pecinan Semarang.
Pewarta: Nur Istibsaroh
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
