Logo Header Antaranews Jateng

Peserta Jamkesda Kota Magelang 60.000 Orang

Jumat, 4 Januari 2013 16:21 WIB
Image Print
Ilustrasi pelayanan kesehatan di puskesmas (ANTARA/ARI BOWO SUCIPTO)

"Warga yang memiliki kartu Jamkesda mendapat jaminan berobat gratis di Puskesmas, RSU Tidar, dan rumah sakit lain yang telah ditunjuk," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, Pantja Kuncoro, di Magelang, Jumat.

Ia mengatakan, untuk membayar premi sekitar 60.000/jiwa, pemkot menganggarkan dana melalui APBD sebesar Rp8,7 miliar. Jumlah tersebut termasuk untuk pelayanan langsung dan pengelolaan pelayanan sebesar Rp7,2 miliar.

Tahapan berobat, katanya, warga harus melalui pemberian pelayanan kesehatan (PPK) I yaitu Puskesmas.

Jika membutuhkan penanganan lebih lanjut maka dirujuk ke RSU Tidar dan rumah sakit lain sebagai instansi PPK II serta bersedia dirawat di kelas III.

Rumah sakit yang bisa dijadikan rujukan jamkesda, yakni RS Sardjito Yogyakarta, RS Karyadi Semarang, RSJ Prof Dr Soerojo Magelang serta Rumah Sakit Ortopedi Dr. Soeharso Solo.

Ia menuturkan, dari target 60.000 warga Kota Magelang tersebut, hingga saat ini baru tercapai 43.000 orang sehingga Pemkot Magelang masih memberi kesempatan kepada warga yang belum mendapatkan kartu Jamkesda untuk mendaftarkan diri.

"Kami masih membuka pendaftaran bagi warga yang belum mendaftar hingga akhir Januari 2013," katanya.

Ia mengatakan, pelayanan puskesmas saat ini sudah meningkat dan lebih efisien.

Di Puskesmas saat ini sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan medis, seperti pemeriksaan kimia darah, hematologi, analeser, EKG (Rekam Jantung) dan USG.

Bahkan di beberapa Puskesmas sudah ada dokter spesialis gigi, antara lain Puskesmas Kerkopan dan Tidar.

Program Jamkesda tersebut, katanya, tidak termasuk biaya pemakaian ambulan ketika ada keadaan darurat.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026