
Volume Sampah di Solo Naik 7 Persen

Ia mengatakan, sedangkan tahun 2013 nanti kenaikan volume sampai diperkirakan akan mencapai sekitar 10 persen dari tahun 2012 ini."Kalau tahun 2011 lalu volume sampah per hari mencapai angka sekitar 280 ton per hari tahun 2012 ini kenaikan mencapai tujuh persennya, ya sekitar 300 an ton lebih. Setiap tahun saya prediksikan akan terus naik," katanya.
Dikatakan, pendorong kenaikan volume sampah di Solo antara lain, adanya 'penumpang gelap' yang secara diam-diam membuang sampahnya ke Kota Solo. Penumpang gelap ini antara lain dari wilayah sekitar Solo, dan itu jumlahnya juga tidak sedikit.
Meski DKP sudah mencurigai dan berhasil mendeteksi para 'penumpang gelap' tersebut, tetapi DKP tidak bisa berbuat banyak. "Sayangnya saya nggak bisa menindak. Payung hukumnya tidak ada. Jangan sampai hal ini justru akan menjadi masalah yang lebih besar," katanya.
Selain pembuang sampah dari luar kota, tingginya volume sampah di Solo juga dihasilkan dari banyaknya wisatawan yang datang Solo. Selain itu, volume sampah rumah tangga juga tak kalah menjadi penyumbang banyaknya sampah di Solo. "Solo ini juga sudah mejadi kota kunjungan waisatawan, ini juga menjadi penyebab semakin tingginya volume sampah di Solo," katanya.
Banyaknya hotel dan restoran baru di Solo juga menjadi penyebab volumen sampah di Solo meningkat tiap tahun. "Ya tetapi ini memang resikonya menjadi kota yang semakin maju, tinggal kita menunggu investor yang akan mengelola samaph," jelasnya.
Sementara itu, Sekda Pemkot Surakarta Budi Suharto mengatakan, pengelolaan sampah di Kota Solo sangat mendesak untuk segera diperbaiki. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Mojosongo Solo saat ini sudah overload.
Di akhir tahun 2012 ini, bahkan Pemkot sudah memilih teknologi untuk pengelolaan sampah. Sementara kapan realisasi penerapan teknologi itu, belum bisa dipastikan. Padahal produksi sampah di Solo sudah mencapai angkat sekitar 250 ton per hari.
Pewarta: Joko Widodo
Editor:
Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
