Logo Header Antaranews Jateng

Tim Ekskavasi Temukan Rumah di Situs Liyangan

Minggu, 16 Desember 2012 20:41 WIB
Image Print
antarafoto.com

Berdasarkan pantauan di kompleks Situs Liyangan peninggalan zaman Mataram Kuno abad X, Minggu, bangunan rumah tersebut berlantai papan kayu yang telah menjadi arang, terletak di luar tembok beteng.

Temuan tersebut kini diamankan dengan cara ditutup menggunakan terpal plastik kemudian dibuat pelindung semacam atap dari plastik dan bambu.

Pada ekskavasi sebelumnya juga pernah ditemukan bangunan rumah panggung dari kayu yang telah menjadi arang dengan atap ijuk.

Ketua Tim Peneliti Situs Liyangan dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Sugeng Riyanto, mengatakan selain menemukan bekas bangunan rumah, hasil penggalian terbaru berupa tiga batur di arah barat daya candi. Batur itu berupa bangunan yang bagian bawahnya terbuat dari batu, atasnya kayu, beratap ijuk.

"Fungsi bangunan bukan untuk pemujaan seperti candi di sebelahnya, tetapi diduga sebagai tempat persiapan peribadatan," katanya.

Ia menyebutkan, ukuran ketiga batur masing-masing 6,15 x 7,05 meter, 7,10 x 7,50 meter, dan 11 x 21,35 meter. Sampai saat ini total sudah ditemukan lima batur. Dua batur lainnya berada pada tempat terpisah, yakni di dekat sungai dan sebelah kiri candi utama.

Sugeng menuturkan pada ekskavasi ketiga yang berlangsung pada 6--15 Desember 2012 juga ditemukan pecahan keramik, tembikar, pecahan kaca, mata tombak satu sisi, lampu kuno, clupak terbuat dari tanah liat, dan onggokan padi yang telah terbakar.

Selain itu, katanya, tulang fauna diperkirakan sisa hewan konsumsi manusia pada jaman itu. Lokasi penemuan berada 100 meter dari candi utama, tepatnya di lokasi permukiman warga.



Pewarta:
Editor: Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026