Logo Header Antaranews Jateng

Tenun Lurik Indonesia Terancam Punah

Senin, 3 Desember 2012 10:23 WIB
Image Print

Lurik bahkan sering dikaitkan dengan berbagai kepercayaan dan ikut mengiringi berbagai ritus religius, sehingga lurik akan diangkat kembali melalui "Seminar Nasional Lomba Desain dan Peragaan Busana Lurik" dengan menampilkan pembicara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr Mari Elka Pangestu, kata Ketua Panitia seminar tersebut Dr Supono di Solo, Senin.

Seminar nasional pada Rabu (5/12) di Diamond Restaurant Solo, Jawa Tengah tersebut, lanjutnya, disertai dengan lomba desain lurik Jawa Kontemporer yang bertujuan untuk menghidupkan kembali tenun lurik Indonesia.

Ia mengatakan tenun lurik memiliki sejarah panjang di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Data-data prasasti, karya sastra, arca, dan relief candi menyuratkan bahwa tradisi tenun telah ada di Indonesia sejak pertengahan abad IX Masehi.

Dikatakan pada Prasasti Raja Erlangga (1033 Masehi) menyebutkan adanya tenun lurik "tuluh watu". Hal ini diperkuat dengan temuan arca terracotta pada candi-candi di Trowulan, Jawa Timur, yang menggunakan tenun lurik.

Bertolak dari beberapa sumber tersebut dapat disimpulkan bahwa tenun lurik telah lama ada di Indonesia dan tersebar ke setiap pulau-pulaunya. Di Pulau Jawa tenun lurik (tenun gedhog atau dikenal juga sebagai tenun gendong) bahkan sangat populer dalam cerita rakyat Jaka Tarub yang berhasil memikat seorang bidadari dengan cara mencuri kain selendang tenun yang dipakainya.

Supono mengatakan untuk mengangkat kembali lurik yang diambang kematian itu maka Intitut Javanologi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) mengelar seminar masalah tersebut dan menggelar pelatihan.

Melalui seminar dan pelatihan ini diharapkan lurik bisa menjadi produk unggulan disesuaikan dengan berbagai macam perkembangan zaman yang ada sekarang ini, katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026