
Optimistis Target Pendapatan Terminal Tirtonadi Tercapai

Memasuki bulan kedua triwulan keempat, UPTD Terminal Bus Tirtonadi tersebut telah berhasil mengumpulkan dana 91 persen dari target yang telah ditetapkan.
"Sekarang ini kami telah berhasil mengumpulkan dana sebesar 91 persen dari target yang ada, dengan sisa waktu yang ada ini kami optimis target itu akan bisa kami capai," kata Kepala Sub Bagian tata Usaha (Kasubag TU) Terminal Bus Tirtoinadi Solo, Eko Agus Susanto kepada wartawan di Solo, Selasa.
Ia mengatakan, target PAD ini lebih tinggi dibanding tahun lalu, yaitu sebesar Rp 4,7 miliar. Untuk tahun lalu target PAD hanya tercapai sekitar 70 persen. Pasalnya, angka retribusi sudah ditetapkan dengan perhitungan tarif baru yang disusun dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2011 tentang Retribusi Daerah. Sayang, Perda baru bisa disahkan pada akhir tahun. Artinya, selama hampir setahun masih menggunakan tarif lama.
"Jadi targetnya sudah menggunakan perhitungan tarif baru, tetapi pada kenyataannya belum bisa diterapkan di lapangan. Namun, untuk tahun ini tarif baru sudah berlaku. Jadi target pun bisa tercapai," katanya.
Ia mengatakan, dari 11 objek retribusi yang ada di terminal tersebut, pemasukan retribusi terbesar berasal dari retribusi bus masuk. Jumlahnya mencapai 80 persen dari total pemasukan. Retribusi bus masuk meliputi bus antar kota antar provinsi sebesar dengan besaran Rp5.000 perbus dan untuk bus antar kota dalam provinsi ditarik Rp3.000.
Selain itu, kenaikan tarif retribusi juga terjadi pada Jasa Ruang Tunggu (JRT). Jika sebelumnya hanya ditarik Rp 200, sekarang menjadi Rp 500. Kenaikan juga terjadi pada obyek retribusi lainnya seperti sewa kios, sewa loket bus malam, parkir motor dan mobil serta pendapatan lain lain, seperti pemasangan iklan.
Menyinggung mengenai terminal bus yang baru dengan menggunakan sistem semi 'boarding pass', Eko mengatakan, retribusi JRT tetap menggunakan tarif sama. Hanya saja, nantinya karcis JRT akan diganti dengan sistem kartu.
"Nantinya karcis peron (JRT) akan menggunakan kartu yang dimasukkan dalam pintu 'automatic detector'. Meski sistem lebih modern tetapi tarif tetap sama, Rp 500. Penggunaan sistem baru ini juga untuk menekan kebocoran PAD," katanya.
Pewarta: Joko Widodo
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
