Logo Header Antaranews Jateng

Eva Membantah Inisial EV itu Dirinya

Rabu, 31 Oktober 2012 23:29 WIB
Image Print
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari.

Eva yang Rabu malam ini masih berada di Jeddah, Arab Saudi, kepada ANTARA Jateng, menyatakan bahwa dirinya meminta Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan untuk segera membuka nama-nama pemeras.

"Selama di Madinah, saya direpoti dengan pertanyaan-pertanyaan via media sosial (BB, twitter, FB), dan SMS meminta ketegasan bahwa inisial EV yang dituduhkan sebagai pemeras BUMN adalah bukan saya," katanya menceritakan saat dirinya berada di Madinah.

Beredarnya inisial yang dipicu oleh pernyataan Meneg BUMN, lanjut dia, faktanya sudah menjadi bola liar dan kegaduhan politik. Akan tetapi, kasus pemerasannya itu sendiri tidak diselesaikan.

"Saya pribadi dan beberapa kawan yang namanya mirip inisial merasa dirugikan, baik material maupun imaterial. Bukan saja terganggu dalam melaksanakan tugas kedewanan sehari-hari, tetapi keluarga juga menjadi tidak nyaman," katanya.

Tujuan fitnah penyebaran inisial-inisial guna menjatuhkan kredibilitas pribadi para politikus berinisial mirip harus dilawan, katanya menegaskan.

Selain itu, Eva yang juga anggota Komisi III DPR RI menolak tuduhan sebagai pemeras BUMN karena Komisi yang mebidangi hukum dan perundang-undangan, hak asasi manusia, dan keamanan itu tidak berpartner dengan BUMN.

"Saya juga menuntut Meneg BUMN untuk membuka nama-nama para pemeras BUMN sehingga para politikus yang dijadikan sasaran serangan gelap tidak berlarut menjadi korban," katanya.

Ia juga mendorong menteri untuk melaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPR RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingat pemerasan tersebut bisa dikategorikan korupsi (memenuhi unsur memperkaya diri) oleh pejabat negara.

"Saya meminta menteri dapat melaksanakan dua hal demi membuka kebenaran tersebut dalam minggu ini, mengingat tekanan konstituen dan struktur PDI Perjuangan Jawa Timur ke saya makin keras setelah pemuatan inisial-inisial tersebut di Jawa Pos pada hari Rabu (31/10) ," katanya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu berharap ke depan kejadian politisasi dugaan-dugaan kasus-kasus pidana yang hanya berdampak sensasi tidak terulang kembali.

"Kita harus membangun suasana politik yang akuntabel, bermartabat, dan dewasa," demikian anggota Komisi III DPR RI asal Daerah Pemilihan Jawa Timur VI, Eva Kusuma Sundari.



Pewarta:
Editor: Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026