Logo Header Antaranews Jateng

Kontrak Blok Mahakam Berakhir 2017

Kamis, 18 Oktober 2012 15:21 WIB
Image Print
Ilustrasi blok minyak (Foto ANTARA)

"Pengelolaan itu diperpanjang atau tidak sampai sekarang masih belum ada kepastian, kami tidak bisa memutuskan masalah itu dan hanya akan memberikan masukan kepada Menteri yang punya otoritas untuk itu," kata Wakil Ketua BP Migas Johanes Widjonarko usai penandatanganan Nota Kesepahaman antara BP Migas dengan Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) di Solo, Kamis.

Menyinggung apakah Blok Mahakam nanti akan ditangani Pertamina, ia mengatakan silakan kalau memang badan usaha milik negara (BUMN) tersebut mampu, tetapi harus mulai sekarang sudah menyiapkan diri. "BP Migas akan memberikan pertimbangan hal tersebut, tetapi semua ini yang mempunyai kewenangan Pemerintah Pusat," katanya.

Sedangkan mega proyek Blok Cepu, Widjonarko mengatakan akan mulai berproduksi tahun 2014. Ladang minyak di Bojonegoro yang masuk Blok Cepu itu ditangani oleh Exxon Mobil Oil Indonesia Inc.

Ia mengatakan produksi minyak di ladang minyak di Bojonegoro itu nantinya ditargetkan mencapai 165 ribu barel per hari. Pengeboran sumur minyak ini perlu dana besar yaitu untuk sumur minyak di tengah laut bisa menghabiskan dana sekitar Rp2 triliun, dan sementara di darat kurang dari Rp2 triliun.

Dikatakan untuk memenuhi produksi minyak sebanyak tersebut akan dipersiapkan sebanyak 36 sumur minyak yang berada di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026