Logo Header Antaranews Jateng

Konsumsi Beras Masyarakat Semarang Turun

Senin, 15 Oktober 2012 20:57 WIB
Image Print
antarafoto.com

"Tahun 2011, jumlah beras yang dikonsumsi masyarakat sebanyak 98 kilogram per kapita, sedangkan tahun ini hingga September hanya 96 kilogram per kapita. Kami memperkirakan hingga akhir tahun tidak menyentuh hingga 98 kilogram per kapita," kata Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang Rusdiana di Semarang, Senin.

Berkurangnya konsumsi masyarakat terhadap beras tersebut dikarenakan masyarakat banyak beralih mengonsumsi roti dan beragam jenis umbi.

"Konsumi beras menurun, karena konsumsi umbi-umbian naik dan banyak yang beralih mengonsumsi roti," katanya.

Ia mengakui bahwa konsumsi umbi-umbian naik, tetapi belum signifikan jika dibandingkan masyarakat yang mengonsumsi roti dengan bahan baku tepung terigu.

Namun konsumsi masyarakat terhadap beras, lanjut Rusdiana, masih belum dapat dialihkan dengan cepat ke bahan makanan nonberas.

"Butuh waktu dan tidak bisa cepat mengalihkan masyarakat yang sebelumnya mengkonsumsi beras menjadi nonberas seperti ketela," katanya.

Apalagi untuk ketela pohon tidak hanya untuk konsumsi manusia tetapi oleh sebagian masyarakat juga digunakan untuk pakan ternak sapi karena banyak mengandung serat.

Sementara untuk kebutuhan beras, kebutuhan Kota Semarang mencapai 11,3 ribu ton beras per bulan. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar dua ton beras yang mampu terpenuhi dari hasil pertanian di Kota Semarang.

"Sisanya sebanyak 9 ton beras, harus mendapat pasokan dari luar daerah Semarang," katanya.

Rusdiana menegaskan pasokan dari luar daerah berjalan lancar, sehingga tidak ada masalah pangan atau kekurangan pangan di Kota Semarang.



Pewarta:
Editor: Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026