Logo Header Antaranews Jateng

Kemarau, Waspadai Diare dan Ispa

Rabu, 26 September 2012 16:20 WIB
Image Print
Ilustrasi (ist)

"Meski akan memasuki pancaroba, kondisi cuaca sekarang masih panas kering. Penyakit terutama diare dan ISPA harus diwaspadai," kata Kepala Dinkes Kota Semarang Widoyono di Semarang, Rabu.

Menurut dia, penyakit diare bisa ditularkan melalui media air dan makanan sehingga dalam kondisi musim kemarau seperti sekarang ini patut diwaspadai, mengingat banyak sumber-sumber air yang mengering.

Di tengah kesulitan mencari sumber air itu, kata dia, membuat masyarakat akan mencari sumber-sumber air alternatif dalam mencukupi kebutuhan dan konsumsi sehari-hari yang dikhawatirkan kotor dan tercemar.

"Kondisi cuaca kering seperti ini juga menyebabkan banyak debu-debu kotor yang bisa menyebabka ISPA. Karena itu, kami imbau masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh dan menjaga asupan makan," katanya.

Ia meminta masyarakat untuk menjaga stamina dan daya tahan tubuh, menjaga pola makan bergizi, berolahraga secara teratur, dan banyak berinstirahat untuk mengantisipasi terserang penyakit tersebut.

"Dari laporan, penderita kedua penyakit itu memang meningkat, tetapi tidak signifikan. Diare dan ISPA memang penyakit sepanjang musim, tetapi pada kondisi sekarang ini perlu lebih diwaspadai," kata Widoyono.

Kepala Humas Rumah Sakit (RS) St Elisabeth Semarang Probowatie Tjondronegoro membenarkan pada musim sekarang ini ada penyakit-penyakit yang menonjol, seperti diare, ISPA, dan dengue hemorrhagic fever (DHF).

"Kondisi cuaca sekarang panas kering, banyak debu-debu kotor yang bisa menyebabkan ISPA, mencemari makanan. Kalau pola hidup sehat tidak dijaga, jajan sembarangan ya bisa terkena penyakit," katanya.

Berdasarkan data RS Elisabeth, jumlah pasien rawat inap pada Juli dan Agustus 2012 yang mendominasi memang pasien diare, DHF atau demam berdarah dengue (DBD), dan demam tifoid dengan angka yang saling berfluktuasi.

Pada Juli 2012, penderita diare tercatat 55 pasien, disusul panas tifoid 53 orang, dan DHF serta stroke masing-masing 29 pasien. Pada Agustus 2012, penderita tifoid 34 pasien, diare 27 pasien, dan DHF 23 pasien.

"Untuk pasien September masih dalam perekapan. Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga stamina dan daya tahan tubuh. Masyarakat sekarang sudah relatif sadar, misalnya segera membawa pasien ke RS," kata Probowatie.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026