
IPL Bakal Digelar Januari 2013

Ke-16 klub peserta itu terdiri dari 10 klub musim lalu--minus PSM Medan yang terdegradasi dan Bontang FC yang masih akan menjalani babak play off--ditambah tiga klub juara Divisi Utama (Pro Duta FC, Perseman, Persepar), serta tiga klub lagi yang lolos babak play off.
Empat klub yang harus melakoni play off adalah Bontang FC, PSIR Rembang, Persbul Buol, dan PSLS Lhokseumawe.
"Musim depan IPL diikuti 16 klub, pelaksanaanya sekitar bulan Januari tahun depan," kata CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Widjajanto seperti dilansir situs IPL, Selasa.
Dalam pertemuan dengan perwakilan klub-klub IPL membahas tiga agenda yakni evaluasi kompetisi musim lalu, masukan dari klub-klub peserta, dan laporan hasil pertemuan Joint Committee (JC) di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (20/9) lalu.
Widjajanto mengatakan, pemilihan Januari sebagai awal kompetisi itu sesuai permintaan AFC Pro League Committee.
Sedangkan untuk pemain asing, LPIS berniat menetapkan batasan maksimal tiga orang yang bisa turun ke lapangan. Itu dilakukan agar pemain lokal punya kesempatan lebih membela klubnya.
"Mengontrak lima pemain asing silakan, tapi yang boleh main maksimal tiga orang. Ini juga untuk mendukung timnas yang lagi kesulitan mencari pemain depan, tengah dan belakang yang berkualitas," kata Widja lagi.
Seperti diketahui, poin pertama hasil rapat JC menyebutkan dua kompetisi di Indonesia tetap berjalan sendiri-sendiri pada tahun 2013 dengan nama baru. Namun keduanya mesti berafiliasi dan di bawah yurisdiksi PSSI. Kompetisi profesional yang baru dan terintegrasi akan dimulai pada musim 2014, atau paling lambat 2015.
Sehingga, musim 2013 dijadikan fase evaluasi masing-masing klub agar memenuhi kualifikasi peserta kompetisi kasta tertinggi yang nantinya hanya ada satu. Head of Competition LPIS Hendriyana mengakui IPL musim lalu masih memiliki beberapa kekurangan. "Tapi kami akan terus memperbaiki kualitas kompetisi musim depan," katanya..
Walau belum sempurna, CEO Persebaya Gede Widiade menilai IPL tetap memiliki kelebihan. Salah satunya soal kepemimpinan wasit yang lebih fair play. "Itu salah satu sisi positif IPL yang harus dipertahankan. IPL tetap kami dukung sepanjang tidak ada korupsi atau kecurangan," ujar Gede. Kendati begitu pihaknya sempat mengeluhkan belum selarasnya jadwal kompetisi dengan kegiatan Timnas Indonesia.
Gede mengingatkan, saat Persebaya terpuruk di posisi tujuh klasemen IPL, sekonyong-konyong sejumlah pemain intinya dipanggil timnas.
"Mau tidak saya kasih kok nggak enak sama PSSI, tapi kalau saya kasih Persebaya lagi butuh-butuhnya tenaga mereka. Karena itu ke depan saya harap PSSI lebih arif dalam menyusun jadwal kegiatan timnas," tutur Gede, diamini CEO Arema Fanda Susilo dan Direktur Utama PT Kabau Sirah Semen Padang (KSPP), Erizal Anwar, yang memiliki masalah sama. (*)
Pewarta: -
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
