Logo Header Antaranews Jateng

Pengadaan Beras Bulog Hampir Lampaui Target

Selasa, 25 September 2012 08:19 WIB
Image Print
Ilustrasi pengadaan beras oleh Bulog (Foto ANTARA)

"Berdasarkan prognosa yang direvisi sekitar Juli silam, Bulog Banyumas ditarget menyerap 108 ribu ton setara beras. Hingga saat ini masih kurang sekitar 1.500 ton untuk mencapai target prognosa tersebut," kata Kepala Hubungan Masyarakat Bulog Subdivre IV Banyumas M Priyono di Purwokerto, Selasa.

Dengan demikian, kata dia, hingga akhir 2012 Bulog Banyumas diperkirakan mampu melampaui target pengadaan beras dan gabah tersebut.

"Bahkan, hingga akhir Oktober saja diperkirakan sudah melampaui target," katanya.

Ia mengatakan, sistem "dorong tarik jaringan semut" yang dijalani Bulog cukup efektif dalam menjamin ketersediaan stok beras di gudang perusahaan itu meskipun sedang dalam kondisi kemarau maupun terjadi kenaikan harga beras.

Menurut dia, sistem tersebut untuk memangkas dominasi pedagang beras bermodal besar dan para spekulan beras yang selama bekerja untuk Bulog.

Dengan adanya sistem tersebut, kata dia, petani atau kelompok tani tidak perlu lagi menjual gabah atau beras ke Bulog melalui pedagang beras, pengepul kecil, atau pengepul besar.

"Saat ini petani bisa langsung ke Bulog dengan syarat yang sudah ditentukan. Dengan demikian, mata rantai perdagangan beras dari petani ke Bulog sudah lebih ringkas," katanya.

Sebelum sistem itu diberlakukan, kata dia, penyerapan oleh Bulog menjadi tersendat ketika harga beras naik karena pengusaha lebih tertarik bisnis beras selain dengan Bulog.

Akan tetapi, katanya, saat ini baik petani maupun gabungan kelompok tani (gapoktan) lebih suka bertransaksi dengan Bulog karena pembayarannya lebih terjamin.

"Pembayaran dilakukan secara kontan melalui Unit Pengelolaan Gabah dan Beras Bulog (UPGB) Bulog. Saat ini kami telah menjalin kerja sama dengan ribuan petani yang tergabung dalam gapoktan. Mereka tersebar di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026