
Jateng Optimistis Penuhi Target PON

"Kami tetap yakin bisa memenuhi target untuk memperbaiki peringkat dan meningkatkan perolehan medali meskipun ada beberapa cabang olahraga yang meleset dari target," kata Ketua Umum KONI Jateng Soediro Atmoprawiro di Pekanbaru, Sabtu.
Menurut dia, beberapa cabang yang tidak memenuhi target medali bukan karena faktor kemampuan atlet tetapi lebih banyak faktor nonteknis.
"Saya dengar cabang balap motor, seorang atlet harus diundi untuk mendapatkan motor yang akan digunakan untuk lomba. Di sisa perlombaan ini, saya berharap atlet Jateg jangan terpengaruh faktor nonteknis," katanya.
Ia mengatakan, pada PON di Riau ada sisi plus dan minusnya, seperti balap motor meleset dari target (gagal meraih emas), kemudian pelari Suryo Agung juga gagal, tetapi cabang aeromodelling, panjat tebing, dan lain sebagainya bisa menutup kehilangan medali tersebut.
Komandan kontingen Jawa Tengah Sukahar mengatakan, sampai dengan saat ini nomor yang dipertandingkan baru 274 nomor, sedangkan jumlah seluruhnya sebanyak 601 nomor.
"Kita masih masih optimistis karena masih banyak yang belum dipertandingkan," katanya.
Beberapa cabang olahraga terutama beladiri juga baru memulai pertandingan seperti taekwondo, judo, pencak silat, para layang,, tinju, dan kempo.
"Kita masih optimtistis bisa mencapai target," katanya.
Hingga saat ini, Jateng berada di peringkat keempat dengan 26 medali emas di bawah Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.
"Kita bersaing dengan tuan rumah Riau, hanya saja hampir semua nomor tersisa selalu ada atlet Riau karena mereka memang lolos tanpa harus kualifikasi," katanya.
Di sisi lain, Soediro Atmoprawiro mengatakan, Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Senin (17/9), dijadwalkan tiba di Pekanbaru untuk memberikan dukungan, semangat kepada atlet Jateng yangb masih akan memainkan pertandingan.
"Rencananya Gubernur akan meninjau venue untuk melihat dan memberikan semangat atlet Jateng yang masih menjalani pertandingan," katanya.
Pewarta: Hernawan Wahyudono
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
