
Jateng Berangkatkan 45 Atlet ke PON

Mereka berasal dari cabang olahraga terjun payung, terbang layang, gantole, boling, dan bola basket.
Tim bola basket berangkat ke Riau melalui dua tempat, yaitu untuk putra berangkat dari Semarang karena menjalani pemusatan latihan di Salatiga sedangkan tim putri berangkat dari Jakarta.
Sukahar yang juga Wakil Ketua Umum II (bidang pembinaan dan prestasi) KONI Jawa Tengah mengatakan, keberangkatan kontingen Jateng sudah dimulai Senin (27/9) dan terakhir pada Kamis (13/9).
"Jangan ada rasa dibedakan antara mereka yang berangkat lebih dulu dengan yang kemudian. Tidak ada perbedaan antara mereka berangkat lebih dulu dengan yang kemudian karena memang pengaturannya seperti itu," katanya.
Menurut dia, mengingat yang berangkat sebelum 6 September jumlahnya tidak terlalu besar maka melalui penerbangan reguler dari Semarang transit di Jakarta kemudian ke Riau.
Tetapi, kata dia, untuk rombongan besar yang berangkat pada 6 dan 7 September melalui penerbangan carter dari Semarang langsung ke Pekanbaru.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh anggota kontingen Jawa Tengah supaya jangan ada alasan yang berkaitan dengan venue dan tempat penginapan.
"Kita semua harus menerima kondisi yang ada di Riau. Yang terpenting adalah semangat dan perjuangan atlet untuk mengharumkan nama Jawa Tengah," katanya.
Menurut dia, kalau soal cuaca antara Riau dengan Semarang sama yaitu panas tetapi yang membedakan adalah soal makanan karena di daerah Sumatera pada umumnya memiliki ciri khas makanan yang pedas.
"Kalau tidak senang pedas lebih baik jangan dimakan dan cari alternatif lainnya. Kemudian soal nasi juga berbeda dengan di Jawa, kalau di sana nasinya perau sedangkan di Jawa nasinya pulen," katanya.
Ia menambahkan setiap kontingen Jateng yang tiba di Riau sudah ada petugas yang menjemputnya. "Semua atlet yang datang langsung ditempatkan di posko utama di Hotel Menara Risti kemudian baru didistribusikan ke tempat-tempat pertandingan," katanya.
Pewarta: -
Editor:
hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
