Logo Header Antaranews Jateng

40 Saksi Diperiksa Terkait Teror di Solo

Jumat, 24 Agustus 2012 16:30 WIB
Image Print
Petugas Puslabfor Polda Jateng memeriksa tempat kejadian perkara penembakan di Pos Pengamanan Lebaran Polresta Surakarta di Gemblegan, Solo, Jateng, Jumat (17/8). Dua polisi penjaga pos terluka dalam aksi penembakan yang dilakukan oleh dua orang bers

"Sebanyak 40 saksi telah diperiksa terkait kasus teror penembakan di Pospam Gamblegan dan ledakan granat di Pospam Gladak di Solo," kata Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Asdjima'in di Solo, Jumat.

Menurut Kapolresta, saksi sebanyak itu dari anggota aparat jaga maupun masyarakat yang sempat mengetahui saat kejadian teror berlangsung mereka berada di dekat lokasi.

Namun, kata Kapolresta, hasil keterangan para saksi belum bisa disampaikan mengarah ke para pelaku teror di dua lokasi tersebut.

"Hal-hal yang teknis belum dapat disampaikan karena bisa mengganggu penyelidikan," katanya.

Motif apa yang dilakukan oleh para pelaku dan mengapa yang diserang aparat polisi, kata Kapolresta, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mencari-cari penyebabnya.

"Saksi yang dimintai keterangan sebelumnya hanya 25 orang kini berkembang menjadi 40 orang untuk dapat mengungkap kasus aksi teror di Solo itu," kata Kapolresta.

Polresta Surakarta menyatakan segera ingin menyelesaikan kasus aksi teror ledakan sebuah granat di Pospam Gladak, Kota Solo, pada Sabtu (18/8) sekitar pukul 23.32 WIB yang dilempar oleh orang tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor.

Selain itu, aksi teror sebelumnya juga terjadi di Pospam Gemblegan, Serengan Solo, Jumat (17/8), sekitar pukul 01.00 WIB. Aksi teror penembakan itu, menyebabkan dua polisi jaga terluka.

Sementara sejumlah Pospam di Kota Solo, setelah kejadian aksi teror tersebut kemudian menambah personil jaga dari anggota TNI yang membawa senjata lengkap. Setiap Pospam ada lima personil dari anggota TNI yang bersenjata lengkap untuk mengantisipasi terulangnya kembali kejadian aksi teror.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026