Logo Header Antaranews Jateng

Pembelian Tembakau secara Selektif

Jumat, 24 Agustus 2012 07:39 WIB
Image Print
Petani mencari hamat ulat yang menyerang tanaman tembakau, di Desa Konang, Pamekasan, Jatim. (FOTO ANTARA/Saiful Bahri)

Petani tembakau di Dusun Ngempon, Desa Pagersari, Kecamatan Tlogomulyo, Dalyono, di Temanggung, Kamis, mengatakan, kalau dalam satu keranjang tembakau terdapat campuran tembakau dari luar Temanggung maka akan ditolak oleh pabrik.

Ia mengatakan, pada masa panen ini telah menjual tembakau 55 keranjang atau berkisar 440 kilogram.

"Sejumlah tembakau yang kami jual semua diterima oleh pabrik karena tidak ada campuran tembakau dari luar Temanggung," katanya.

Ia menyebutkan, harga tembakau grade C saat ini berkisar Rp45.000 hingga Rp55.000 per kilogram. Sedangkan grade B+ terjual Rp35.000 per kilogram.

Harga tembakau tersebut, katanya, lebih rendah jika dibanding harga tembakau tahun lalu, yakni grade C mencapai Rp60.000 hingga Rp90.000 per kilogram.

"Saya jual tembakau ke Gudang Garam. Berat keranjang sekarang dibatasi maksimal lima kilogram. Selain itu, ketentuan dari pabrik harus murni, tidak boleh ada campuran," katanya.

Pedagang tembakau di Desa Wanutengah, Kecamatan Bulu, Sri Joko, mengatakan, agar tembakau bisa masuk gudang harus murni sehingga seleksinya lebih ketat termasuk dalam cara penimbangan.

"Pada tahun sebelumnya tembakau ditimbang dengan keranjangnya lalu dikurangi berat keranjang. Namun, sekarang hanya tembakau saja yang ditimbang sekaligus untuk memastikan tidak ada bahan campuran," katanya.

Sebelumnya, grader parik rokok Gudang Garam di Temanggung, Hartanto, menyatakan pihaknya melakukan seleksi ketat dalam pembelian tembakau untuk mendapatkan tembakau murni khas Temanggung yang berkualitas bagus.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026