Logo Header Antaranews Jateng

Arus Balik Magelang-Semarang Ramai Lancar

Kamis, 23 Agustus 2012 15:29 WIB
Image Print
Ilustrasi arus balik (Foto ANTARA)

Berdasarkan pantauan di jalur tengah wilayah Jawa Tengah itu, sejak Secang, Kabupaten Magelang sampai dengan Bawen, Kabupaten Semarang hingga sekitar pukul 10.00 WIB, tidak dijumpai antrean kendaraan yang cukup panjang dari dua arah.

Mereka yang melintasi jalur itu menggunakan berbagai kendaraan baik sepeda motor, mobil pribadi, bus umum antara lain dengan nomor polisi "B", "K", "H", "AA", dan "AB".

Bus umum yang melewati jalur itu baik dari arah Semarang maupun Yogyakarta juga terlihat penuh penumpang.

Jalur itu selain telah beraspal cukup baik, juga ditandai dengan tikungan dan tanjakan. Hingga Kamis belum terlihat truk pengangkut pasir dari Gunung Merapi yang melintasi jalur itu. Pada hari biasa, jalur itu dilalui truk pengangkut pasir dari Merapi baik siang maupun malam hari.

"Lancar-lancar saja perjalanan kami dari Magelang sampai di tempat ini," kata seorang pemudik menggunakan mobil yang sedang mengisi bahan bakar minyak di satu stasiun pengisian bahan bakar umum di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Sutardi.

Sejumlah pemudik yang menggunakan mobil tampak berhenti di tepi kanan dan kiri jalan di kawasan Pringsurat, Kabupaten Temanggung untuk membeli oleh-oleh terutama buah kelengkeng. Beberapa lainnya juga tampak berhenti di kawasan Ambarawa untuk membeli makanan khas setempat, serabi.

Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten Magelang Ismu Kuswandari mengatakan perkiraan puncak arus balik Lebaran 2012 yang melewati jalur utama di daerah itu jatuh pada Jumat (24/8) dan Sabtu (25/8).

"Petugas gabungan tetap bersiaga di berbagai tempat untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas," katanya.

Ia mengatakan, arus balik pada H+3 Lebaran relatif lebih lancar daripada H+2 atau Rabu (22/8).

"Hari ini (23/8) lebih lancar karena para pegawai negeri sudah mulai masuk kantor," katanya.

Ia mengatakan, kepadatan arus balik sempat terjadi pada Kamis siang selama beberapa saat di jalur Payaman-Secang dan persimpangan antara Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Sarwo Edi Wibowo, dan Jalan Mayjen Bambang Sugeng atau biasa disebut masyarakat setempat sebagai "Depan Armada".

"Tetapi itu cepat terurai, namun kalau ada antrean cukup panjang karena lampu merah, pengendara sering tidak tertib. Lampu sudah merah masih juga ada yang terus jalan sehingga terjadi kepadatan di persimpangan. Petugas terus bekerja mengatur lalu lintas," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026