Logo Header Antaranews Jateng

Raskin ke-13 Segera Didistribusikan

Rabu, 15 Agustus 2012 15:43 WIB
Image Print
Ilustrasi distribusi raskin (Foto ANTARA)

Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Boyolali, Dahat Wilarso, di Boyolali, Rabu mengatakan, pendistribusi raskin tahap ke-13 sengaja dibagikan menjelang lebaran untuk membantu warga miskin agar dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Menurut dia, menjelang Lebaran ini, harga barang-barang kebutuhan pokok terus menanjak, sehingga dengan pembagian raskin tahap 13 itu, diharapkan mampu mengurangi beban warga miskin untuk dapat merayakan Idul Fitri.

Penyaluran raskin tahap ke-13 tersebut kata dia, sudah berjalan mulai Selasa (14/8) hingga Kamis (16/8). Setiap penyaluran beras bersubsidi ada enam hingga tujuh wilayah kecamatan.

Menurut dia, untuk penyaluran beras bersubsidi, pada Rabu ini, di Kecamatan Cepogo (71.8 ton), Musuk (85 ton), Boyolali (32,2 ton), Karanggede (61,6 ton), Klego (59,7 ton), dan Andong (75,9 ton ).

Penyaluran raskin pada Kamis (16/8), ada tujuh daerah kecamatan yakni Kemusu sebanyak 63,6 ton, Wonosegoro (120,4 ton), Juwangi (39,67 ton), Mojosongo (34,53 ton), Teras (34 ton), Sawit (29,14 ton), dan Ampel (95,2 ton).

Penyaluran hari sebelumnya, yakni Selasa (14/8), telah dilakukan di Selo sebanyak 52,7 ton untuk 3.519 RTS, Nogosari (76,7 ton-5.113 RTS), Simo (59,6 ton-3.974 TRS), Banyudono (38,8 ton-2.592 TRS), Sambi (53,4 ton-3.562 RRS), Ngemplak (69,7 ton-4.651 RTS).

"Kami minta warga dapat memanfaatkan bantuan beras itu, untuk Lebaran," katanya.

Kepala Perum Bulog Subdivre Wilayah III Surakarta Adhy Rizwan, pihaknya melakukan pendistribusian raskin serentak di tujuh wilayah kabupaten dan kota di eks Keresidenan Surkarta.

Menurut dia, setiap bulan raskin dibagikan di Kota Solo, Kabupaten Boyolali Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen, totalnya sebanyak 7.800 ton.

"Stok beras saat ini, masih aman yakni 74.000 ton. Jumlah itu, mampu hingga sembilan bulan ke depan," kata Adhy Rizwan.

Menurut dia, menjelang Lebaran pengadaan pangan di wilayahyan kini sedang diperlambat, karena stok di gudang saat sudah penuhi semua.

Bahkan, pihaknya telah menyewa gudang untuk penyimpanan sementara karena stok sudah melebihi gudang milik Bulog.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026