
Gubernur: 11.000 Napi Habiskan Banyak Uang Negara

"Mengapa bisa begitu banyak? Harus dicari tahu mengapanya," kata Gubernur pada upacara penyerahan keputusan remisi dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-67 Kemerdekaan Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Semarang, Selasa.
Menurut dia, narapidana dan tahanan sebanyak itu akan menghabiskan banyak uang negara. "Negara harus mengeluarkan uang untuk memberi makan," tambahnya.
Oleh karena itu, lanjut dia, harus dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat serta menekan kejahatan yang dilakukan.
Menurut dia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pamangku kepentingan terkait, seperti kejaksaan, kepolisian, serta pengadilan harus membentuk tim khusus untuk menangani masalah ini.
"Perlu ada upaya yang disusun dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat," katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah Muqowimul Aman mengatakan jumlah keseluruhan narapidana dan tahanan yang berada di berbagai lembaga pemasyarakatan di provinsi ini sebanyak 11.592 orang.
Dari jumlah tersebut 5.202 narapidana akan menerima remisi Hari Jadi Kemerdekaan Ke-67 Republik Indonesia.
"Sebanyak 261 napi akan langsung bebas pada 17 Agustus mendatang, sedangkan 4.941 napi lainnya masih harus menjalani sisa hukuman karena menerima remisi umum," katanya.
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
