Logo Header Antaranews Jateng

Teh Manis Pengaruhi Inflasi Jateng

Rabu, 1 Agustus 2012 19:27 WIB
Image Print

"Bulan Juli alami inflasi 0,71 persen atau lebih tinggi dibanding Juni yang juga mengalami inflasi 0,67 persen dengan IHK 129,34 persen," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Jateng Jam Jam Zamachsyari di Semarang, Rabu.

Kepala Seksi Harga Konsumen dan Harga Perdagangan Besar Rita Umami menambahkan sebenarnya harga teh manis panas dan harga es teh manis kenaikannya hanya Rp40 dan Rp60 per gelas. Akan tetapi karena yang mengkonsumsinya banyak sehingga menjadi salah satu komoditas yang mendorong terjadinya inflasi di Jateng.

Harga rata-rata teh manis panas pada Juni Rp1.240 per gelas menjadi Rp1.300 per gelas pada Juli 2012. Sementara harga es teh manis Rp1.600 menjadi Rp1.640 per gelas.

"Jadi sebenarnya kenaikan harga teh manis panas maupun es teh manis tidak banyak. Harga tersebut diperkirakan karena kenaikan harga Gulaku, meksipun harga gula curah dan harga teh tidak naik," katanya.

Selain teh manis, komoditas utama lainnya yang mendorong terjadinya inflasi adalah telur dan daging ayam ras, gula pasir, dan beras.

Sementara komoditas yang menghambat laju inflasi adalah bawang merah, cabai merah, nangka muda, bensin, dan batu bata.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026