
Kue "Ganjel Rel" Khas Semarang Kian Dilupakan

Berdasar pantauan di beberapa pasar tradisional dan toko roti di Semarang, Kamis, roti tempo dulu bercita rasa legit itu sudah jarang terlihat menghiasi etalase para pedagang kue tradisional.
"Roti 'Ganjel Rel' ini memang tidak diproduksi setiap waktu karena permintaan pasar pada hari biasa memang tidak banyak," kata seorang pengusaha roti di kawasan Kauman Semarang, Marzuki (51).
Menurut pengakuan pria yang telah menekuni bisnis roti selama 10 tahun itu, roti "Ganjel Rel" biasanya hanya akan tinggi permintaannya saat memasuki Bulan Puasa.
"Biasanya dipesan untuk keperluan tradisi bagi-bagi roti 'Ganjel Rel' pada saat puncak acara Dugderan menyambut datangnya Bulan Puasa," ujarnya.
Ia mengatakan, popularitas roti "Ganjel Rel" memang kalah tenar dibandingkan dengan roti jenis lainnya karena cita rasa dari resep asli roti tersebut memang kurang diminati masyarakat.
"Aslinya roti ini terbuat dari singkong jadi teksturnya memang tidak lembut sehingga agak alot dan sulit dikonsumsi," katanya.
Marzuki mengaku, telah memodifikasi resep asli dari roti "Ganjel Rel" dengan mengganti bahan dasar yang awalnya memakai singkong menjadi tepung terigu agar teksturnya lebih lembut dan mudah dikonsumsi.
"Untuk penambahan bahan rempah-rempah seperti cengkih, kayu manis, dan kembang lawang tetap kami pertahankan untuk menjaga cita rasa khasnya," ujarnya.
Ia mengatakan, satu potong roti "Ganjel Rel" ukuran 10x30 centimeter dijual sebesar Rp24.000, sedangkan untuk ukuran 24x24 centimeter dijual Rp37.000.
"Pada saat awal Bulan Puasa pesanan yang kami terima bisa sampai 5.000 potong per harinya, sedangkan pada hari biasa jumlah pesanan akan menurun drastis sehingga sekarang kami hanya memproduksi jika ada pesanan untuk acara khusus," katanya.
Sepinya permintaan masyarakat akan roti "Ganjel Rel" itu disayangkan oleh Marzuki dan pedagang lainnya karena seharusnya roti tersebut bisa menjadi salah satu kuliner khas kota Semarang, sehingga dapat dikenal masyarakat di luar daerah tidak hanya saat Bulan Puasa.
"Saat ini kami tengah mengupayakan agar makanan ini lebih dikenal masyarakat dengan memproduksi adonan roti 'Ganjel Rel' dasarnya secara massal dan nantinya dipasarkan di pusat perbelanjaan," ujarnya.
Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor:
Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
