
Belanja Pegawai Tinggi, Solo Tak Rekrut CPNS

"Porsi belanja di APBD 2012 untuk pos angaran gaji pegawai negeri sipil (PNS) berikut tunjangannya sudah mencapai 50 persen lebih dari keuangan daerah," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkot Surakarta Etty Retnowati di Solo, Kamis.
Ia mengatakan tidak akan dikasih formasi CPNS kalau tidak mengajukan ke Pemerintah Pusat. "Ya belanja untuk pegawainya saja sudah mencapai di atas 50 persen," katanya.
Dia mengatakan belanja APBD 2012 Pemkot Surakarta Rp1,198 tiliun, di antaranya untuk belanja pegawai mencapai Rp719 miliar atau 50 persen lebih dari total belanja.
Meski begitu, lanjutnya, BKD tetap melakukan perhitungan kebutuhan pegawai, analisis jabatan, serta analisis beban kerja sesuai Permenpan-RB No 26/2011 tentang Pedoman Perhitungan Jumlah Kebutuhan PNS Daerah.
Dikatakan hal ini dilakukan bilamana muncul peluang rekrutmen CPNS bagi Pemkot Surakarta. Dirinya menghitung jumlah PNS di Pemkot Surakarta sekitar 10.000 orang. Angka tersebut mengalami minus growth jika dibandingkan perkembangan dari tahun-ke tahun.
Tercatat, PNS Pemkot Surakarta tahun ini berkurang 350-400 orang karena mengundurkan diri, pensiun, maupun meninggal dunia, katanya.
"Ada sekitar 840 honorer kategori II di Pemkot Surakarta. Semuanya pasti diseleksi masuk CPNS. Dengan adanya seleksi bagi mereka, terus yang tidak lulus mau dikemanakan? Mau dikembalikan ke honorer atau tidak? Ini yang belum ada penjelasan dari pusat," katanya.
Selaian persoalan seleksi masuk CPNS dari tenaga honorer kategori II, ia juga khawatir tidak ada formasi untuk menampung CPNS tersebut atau sebaliknya.
Sementara itu kekurangan pegawai menghantui sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemkot Surakarta. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dalam dua tahun ke depan dipastikan kekurangan 30 pemain wayang orang, katanya
Pewarta: Joko Widodo
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
