
Dompet Dhuafa Ajak Muslim Berbagi

"Berdasarkan pengalaman tahun-tahun yang lalu, sekitar 40 persen pendapatan Dompet Dhuafa masuk pada Bulan Ramadhan," kata Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini seusai acara Temu Etos Nasional yang berlangsung di Balai Kota Semarang, Senin.
Mayoritas pendapatan Dompet Dhuafa pada Bulan Ramadhan, lanjut Ahmad Juwaini karena masyarakat Indonesia masih menganggap zakat hanya dibayarkan pada Bulan Ramadhan.
Bahkan hingga saat ini zakat masih mendominasi pendapatan Dompet Dhuafa dibanding pemasukan lain, seperti infak, shodaqoh, dan wakaf.
"Sebanyak 60 persen pendapatan Dompet Dhuafa dari zakat," katanya.
Untuk terus menggenjot pemasukan Dompet Dhuafa, lanjut Ahmad Juwaini, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
"Kami meningkatkan sosialisasi sehingga dapat memperluas masyarakat yang mengetahui keberadaan Dompet Dhuafa," katanya.
Apalagi saat ini Dompet Dhuafa Jawa Tengah sudah resmi ada, tambah Ahmad Juwaini, diharapkan bisa menjadi motor penggerak para donatur dan dapat cepat maju seperti di daerah lainnya.
"Peresmian Dompet Dhuafa Jateng ini menjadi kantor terakhir di Pulau Jawa secara provinsi," katanya.
Dalam kesempatan sama Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jateng Fadillah Rachman mengaku siap memberikan pelayanan yang lebih dekat kepada donatur baik untuk zakat, infak, shodaqoh, dan wakaf.
"Target Bulan Ramadhan ini kami mendapatkan pemasukan Rp145 juta. Akan tetapi kami berjuang untuk mendapatkan lebih," katanya.
Dari pemasukan yang ada, tambah Rachman, akan didistribusikan kepada para penerima manfaat dengan sejumlah program seperti program ekonomi dan beasiswa.
Pewarta: Nur Istibsaroh
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
