
Purwaceng Bakal Jadi Ikon Banjarnegara

"Ini (purwaceng, red.) minuman tradisional dan sudah cukup dikenal. Ke depan akan dikembangkan menjadi satu dari ikon Banjarnegara," katanya di sela pembukaan "Dieng Culture Festival (DCF) 2012" di Kompleks Candi Arjuna, Dataran Tinggi Banjarnegara, Sabtu.
Menurut dia, ramuan yang terbuat dari tanaman purwaceng ini tidak kalah dengan ginseng dari Korea. Bahkan, tanaman purwaceng tidak bisa tumbuh selain di Dataran Tinggi Dieng
Oleh karena itu, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara akan membantu mempromosikan ramuan khas Dataran Tinggi Dieng.
Ia mengatakan, salah satu upaya yang telah dilaksanakan, yakni melalui acara minum purwaceng bersama yang melibatkan sekitar 6.000 orang dalam rangkaian kegiatan pembukaan DCF 2012 mulai 30 Juni hingga 1 Juli 2012.
"Pemkab sudah memberikan bantuan berupa peralatan produksi untuk kelompok usaha minuman purwaceng. Kami sangat berharap itu bisa berkembang lebih maju lagi," katanya.
Selain purwaceng, kata dia, Pemkab Banjarnegara juga akan membantu pengembangan kuliner khas Dataran Tinggi Dieng, seperti manisan carica dan kacang Dieng.
Seperti diketahui, ramuan purwaceng yang terbuat dari tanaman perdu khas Dataran Tinggi Dieng ini diyakini dapat menambah stamina, penolak masuk angin, dan meningkatkan vitalitas kaum pria.
Salah satu pengrajin ramuan purwaceng, Saroji, mengatakan bahwa tanaman purwaceng tidak bisa ditanam di luar Dataran Tinggi Dieng.
"Kalaupun bisa, bentuknya berbeda dengan tanaman di Dieng," katanya. ***2***
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
