Logo Header Antaranews Jateng

BNN Purbalingga perkuat ketahanan antinarkoba melalui desa binaan

Rabu, 6 Mei 2026 20:32 WIB
Image Print
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Purbalingga Nasrudin. (ANTARA/Sumarwoto)

Purbalingga (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Purbalingga memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika melalui pembinaan Desa Bersinar, pengembangan Intervensi Berbasis Masyarakat, dan edukasi pelajar di wilayah kerja yang meliputi Kabupaten Purbalingga serta Banjarnegara, Jawa Tengah, sepanjang 2026.

Kepala BNN Kabupaten Purbalingga Nasrudin di Purbalingga, Rabu, mengatakan penguatan ketahanan antinarkoba dilakukan dengan membangun kesadaran kolektif masyarakat dari tingkat desa melalui program Desa Bersih Narkoba atau Desa Bersinar.

"Desa Bersinar kami pilih berdasarkan pertimbangan desa tersebut proaktif terhadap kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan penyalahgunaan narkotika, mulai dari kepala desa hingga tokoh-tokoh masyarakat yang ada di dalamnya," katanya.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Purbalingga secara berkelanjutan menjalankan program Desa Bersinar sejak 2020 dan hingga 2025 tercatat sebanyak 16 desa telah ditetapkan melalui surat keputusan bupati sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pencegahan narkoba di tingkat desa.

Program tersebut dimulai pada 2020 dengan penetapan Desa Gandasuli, Kecamatan Bobotsari, sebagai desa percontohan. Pengembangan terbesar terjadi pada 2022 dengan penambahan enam desa baru, yakni Kembangan di Kecamatan Bukateja, Meri di Kecamatan Kutasari, Muntang di Kecamatan Kemangkon, Dawuhan di Kecamatan Padamara, Sempor Lor di Kecamatan Kaligondang, dan Cipaku di Kecamatan Mrebet.

Ia mengatakan keberlanjutan program menjadi salah satu indikator penting dalam penentuan desa sasaran karena desa yang tetap aktif menjalankan kegiatan pencegahan secara mandiri akan diprioritaskan untuk memperoleh penguatan program berikutnya.

“Selain program Desa Bersinar, BNN Purbalingga juga memperkuat rehabilitasi berbasis masyarakat melalui program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) yang dijalankan secara bertahap di sejumlah desa,” katanya.

Ia mengatakan pembinaan IBM dimulai pada 2022 di Desa Meri, Kecamatan Kutasari. Pada 2023, program dikembangkan di Desa Dagan, Kecamatan Bobotsari, dan Desa Binangun, Kecamatan Mrebet.

Selanjutnya pada 2024, IBM dibentuk di Desa Panican, Kecamatan Kemangkon, serta Desa Kalitinggar, Kecamatan Padamara. Desa Panican kembali mendapat penguatan pada 2025, sedangkan pada 2026 pembinaan kembali dilakukan di Desa Dagan, Kecamatan Bobotsari.

"IBM yang sekarang dibangun adalah desa-desa yang sebelumnya pernah didampingi BNN dan tetap menjalankan program secara mandiri, sehingga akses rehabilitasi masyarakat tetap berjalan," katanya.

Terkait wilayah kerja yang juga mencakup Kabupaten Banjarnegara, ia mengatakan program Desa Bersinar dan IBM hingga kini masih difokuskan di Kabupaten Purbalingga.

"Untuk Banjarnegara belum ada, kami masih fokus di Purbalingga," katanya menegaskan.

Selain penguatan di tingkat desa, kata dia, BNN Purbalingga juga menggencarkan edukasi pencegahan narkotika melalui program BNN Goes to School yang digelar pada 27-30 April 2026 di sejumlah sekolah di Purbalingga.

Menurut Nasrudin, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program prioritas nasional Ananda Bersinar atau Aksi Nasional Anti-Narkotika Dimulai dari Anak.

"Problem narkoba sekarang tidak hanya menyasar kelompok usia dewasa, tetapi juga anak-anak usia produktif dan usia sekolah. Karena itu mereka harus didampingi sekuat mungkin sejak sekarang agar tidak menjadi korban berikutnya," katanya.

Dalam kegiatan itu, BNN membentuk kelompok remaja teman sebaya dari SMP Negeri 1 hingga SMP Negeri 5 Purbalingga.

“Masing-masing sekolah mengirimkan dua siswa untuk menjadi agen perubahan dan penyampai pesan antinarkotika di lingkungan sekolahnya,” kata Nasrudin.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026