Logo Header Antaranews Jateng

Pemerintah genjot produksi pertanian melalui program pompanisasi

Kamis, 16 April 2026 16:08 WIB
Image Print
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berdiskusi dengan para pejabat dan petani di Desa Banyu Urip Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Kamis (16/4/2026). ANTARA/Heru Suyitno

Magelang (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi pertanian melalui program pompanisasi guna mengoptimalkan lahan kering.

"Upaya ini dinilai mampu meningkatkan frekuensi panen petani dari sebelumnya satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun," katanya saat meninjau pompa air di Desa Banyu Urip, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis.

Ia menyampaikan, pemasangan pompa air telah memberikan dampak signifikan bagi produktivitas pertanian.

“Yang dulu panen satu kali, sekarang bisa tiga kali karena pompanya sudah dipasang,” katanya.

Pemerintah menargetkan seluruh lahan kering yang sebelumnya hanya panen sekali dapat ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali panen.

Ia menuturkan, untuk mendukung program tersebut, telah dialokasikan anggaran sebesar Rp4 triliun hingga Rp5 triliun untuk kegiatan pompanisasi.

Dengan cakupan hingga satu juta hektare lahan, diperkirakan tambahan produksi dapat mencapai enam juta ton gabah, dengan asumsi produktivitas rata-rata enam ton per hektare.

Program ini dinilai menjadi langkah cepat dalam meningkatkan produksi pangan nasional, seiring dengan upaya pencetakan sawah baru dan optimalisasi lahan rawa.

"Ini yang disebut luas tanam bertambah. Lahannya tetap, tetapi frekuensi tanam meningkat, sehingga potensi panen bisa sampai tiga kali dalam satu hektare," katanya.

Selain di Magelang, penerapan sistem pompanisasi juga akan diperluas ke berbagai daerah lain yang membutuhkan. Pemerintah saat ini tengah melakukan pendataan wilayah yang memerlukan bantuan pompa air, dengan keputusan lanjutan dijadwalkan pada awal pekan depan.

Ia menyampaikan, untuk mendukung operasional pompa, pemerintah juga telah menyiapkan alokasi bahan bakar. Disebutkannya, tersedia jatah hingga satu juta ton solar yang akan diperuntukkan bagi petani.

Ia mengatakan, jatah solar tersebut telah dikoordinasikan dan disepakati bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).


Pemerintah optimistis, melalui kombinasi pompanisasi, pencetakan sawah baru, serta optimalisasi lahan rawa, produksi pertanian nasional dapat meningkat signifikan.


Baca juga: Bapperida Kota Magelang tekankan kolaborasi guna tingkatkan daya saing



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026