Logo Header Antaranews Jateng

Bapperida Kota Magelang tekankan kolaborasi guna tingkatkan daya saing

Rabu, 15 April 2026 15:29 WIB
Image Print
Situasi Kota Magelang dengan latar belakang Gunung Tidar. ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang

Magelang (ANTARA) - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Magelang menekankan pentingnya kolaborasi daerah itu dengan daerah sekitarnya untuk meningkatkan daya saing pada masa mendatang.

“Daya saing tidak bisa berdiri sendiri. Perlu kolaborasi antar-wilayah sehingga saling mendukung potensi masing-masing daerah,” ujar Kepala Bapperida Kota Magelang Handini Rahayu dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Rabu.

Ia mengatakan hal itu terkait dengan posisi Kota Magelang masuk peringkat ke-8 kota paling maju di Indonesia berdasarkan hasil pengukuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Ia menjelaskan Kota Magelang bagian dari kawasan strategis yang dikenal sebagai "Gelangmanggung" (Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Temanggung), sehingga sinergi antar-daerah menjadi kunci penguatan daya saing.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan capaian tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja, sekaligus menjadi kado peringatan Hari Jadi Ke-1.120 Kota Magelang.

“Prestasi ini menjadi cambuk bagi kami untuk terus maju, sekaligus kado di hari jadi Kota Magelang,” katanya.

Ia mengatakan pencapaian tersebut hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat, bukan semata keberhasilan pemerintah daerah.

“Hadiah ini bukan karena wali kota dan wakilnya, melainkan perjuangan seluruh komponen masyarakat yang terlibat dalam pembangunan, baik langsung maupun tidak langsung,” katanya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan kota ini.

Pengukuran IDSD dilakukan melalui 12 pilar utama, antara lain institusi, infrastruktur, adopsi teknologi informasi dan komunikasi, stabilitas ekonomi makro, kesehatan, keterampilan tenaga kerja, hingga inovasi.

Secara nasional, indeks daya saing berada di angka 3,50. Provinsi Jawa Tengah mencatat skor 3,87, sedangkan peringkat teratas Kota Surakarta dengan skor 4,43, Kota Semarang 4,37, dan Kota Magelang 4,29.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026