Logo Header Antaranews Jateng

Negosiasi AS-Iran buntu

Minggu, 12 April 2026 12:45 WIB
Image Print
Para jurnalis bekerja saat televisi pemerintah Pakistan menyiarkan pertemuan Wakil Presiden AS JD Vance dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di pusat media yang didirikan untuk meliput pembicaraan AS-Iran di Islamabad, Pakistan, Sabtu, 11 April 2026. ANTARA/Muhammad Reza/Anadolu/pri.

Washington (ANTARA) - Kegagalan mencapai kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dinilai lebih merugikan Teheran dibandingkan Washington, demikian menurut Wakil Presiden AS J.D. Vance.

“Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan saya pikir ini merupakan kabar yang jauh lebih buruk bagi Iran dibandingkan bagi Amerika Serikat,” kata Vance kepada wartawan usai perundingan.

Vance mengatakan AS telah menunjukkan fleksibilitas yang cukup selama proses negosiasi dengan Iran. Ia menegaskan bahwa Washington telah dengan jelas menyampaikan garis merah serta ruang kompromi dalam perundingan tersebut.

Menurut Vance, Iran memutuskan untuk tidak menerima persyaratan yang diajukan oleh AS.

Ia menambahkan bahwa AS tetap berharap Iran berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dalam jangka panjang tidak hanya satu atau dua tahun ke depan.

Vance juga menegaskan bahwa tawaran yang diajukan AS dalam perundingan terbaru merupakan tawaran final dan terbaik.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti




Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026