Logo Header Antaranews Jateng

Disarpus Jateng: Animo masyarakat ke perpustakaan daerah masih cukup tinggi

Kamis, 9 April 2026 18:20 WIB
Image Print
Bunda Literasi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, didampingi Kepala Dinas Arpus Jateng Rahmah Nur Hayati, saat meninjau Perpustakaan Daerah Jateng, Semarang, Kamis (9/4/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Semarang (ANTARA) - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Jawa Tengah (Jateng) mencatat jumlah kunjungan Perpustakaan Daerah Jateng sepanjang tahun 2025 mencapai 4.377.263 orang, yang menunjukkan animo masyarakat ke perpustakaan masih cukup tinggi.

Kepala Disarpus Jateng Rahmah Nur Hayati di Semarang, Kamis, menjelaskan tingkat kunjungan sebanyak itu terbagi atas kunjungan langsung dan akses digital.

Dari total kunjungan, kata dia, 4.255.124 orang datang langsung ke perpustakaan, sementara 122.139 memanfaatkan layanan digital melalui platform dan aplikasi iJateng.

"Pengunjung datang dari berbagai kalangan, mulai pelajar, mahasiswa, peneliti, dosen, hingga masyarakat umum," katanya usai mendampingi kunjungan Bunda Literasi Jateng Nawal Arafah Yasin di Perpusda Jateng.

Ia menyebutkan rata-rata kunjungan bulanan mencapai 200.000 hingga 400.000 orang, dengan puncaknya pada Juli (695.428 orang) dan Agustus (568.886 orang).

"Secara keseluruhan jumlah itu telah melampaui target yaitu 3.120.000 kunjungan sepanjang 2025," katanya.

Ia menjelaskan koleksi buku cetak di Perpusda Jateng mencapai 178.413 judul dengan 348.481 eksemplar yang mencakup berbagai kategori.

"Kalau koleksinya banyak sekali, ada 178.000-an (judul). Jenis yang paling digemari itu tergantung segmen. Kalau peneliti pasti sesuai dengan yang diteliti, kalau anak-anak ada bahan-bahan yang mendongeng, mewarnai, dan sebagainya," beber dia.

Selain buku cetak, kata dia, tersedia juga buku digital dan braille, dengan perincian e-book iJateng sebanyak 22.215 judul (209.626 eksemplar), e-book tugu titik baca di ruang publik sebanyak 2.550 judul (2.550 eksemplar), serta buku braille untuk difabel sebanyak 982 judul (1.072 eksemplar).

Menurut dia, tingginya kunjungan itu tidak terlepas dari sejumlah inovasi, mulai revitalisasi dengan memperluas gedung dari semula 3.000 meter persegi menjadi 4.175 meter persegi pada tahun 2024.

Kemudian, lanjutnya, membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) ikonik, ruang audiovisual, serta memperbaiki interior gedung.

Pada 2025 inovasi dilanjutkan dengan menghadirkan Aksara Kafe D’ Rooftop di lantai tiga, berkonsep warung angkringan ini menyediakan berbagai koleksi bacaan untuk menarik minat generasi muda.

"Kafe Aksara itu salah satu inovasinya. Jadi mereka di sini bisa ngopi dan berliterasi. Jadi diskusi di tempat umum sembari ngopi, istilahnya, ngopi literasi," katanya.

Sementara itu Bunda Literasi Jateng Nawal Arafah Yasin mendorong agar kegiatan untuk memperkuat literasi terus digalakkan melibatkan semua pihak, mulai pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, serta pegiat dan komunitas literasi.

"Butuh dukungan dan kemitraan semuanya. Semoga menjadi salah satu pemicu untuk pengembangan dan peningkatan literasi di Jawa Tengah ini," kata istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.



Baca juga: Tiga SPPG di Kota Semarang siap menjadi percontohan



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026