
Kirab Jalan Salib potensi menjadi daya tarik wisata Kota Magelang

Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyampaikan Kirab Jalan Salib yang dilakukan para umat Katolik di Kota Magelang pada Jumat Agung berpotensi menjadi daya tarik wisata daerah.
Ia di Magelang, Jumat, menyampaikan apabila kegiatan tersebut terus diselenggarakan secara optimal, ada inovasi dan peningkatan kualitas penyelenggaraan setiap tahun, maka berpotensi menjadi daya tarik wisata.
Kirab Jalan Salib yang dilakukan ratusan umat Katolik dari Gereja Katolik Santo Ignatius Kota Magelang dalam perayaan Jumat Agung (rangkaian Tri Hari Suci Paskah) tersebut, mengitari kawasan Alun-Alun Kota Magelang dan sekitarnya.
"Saya berharap setiap tahun ada progres dan inovasi, sehingga kegiatan ini menjadi kebanggaan masyarakat Kota Magelang sebagai kota yang toleran dan humanis," katanya.
Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada umat Katolik yang telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan Kirab Jalan Salib Tahun 2026 dengan tertib dan khidmat di Kota Magelang.
"Atas nama Pemerintah Kota Magelang dan masyarakat Kota Magelang, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada umat Katolik yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan tertib dan khidmat," katanya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan itu tidak hanya menjadi bagian penting dalam kehidupan keagamaan umat Katolik, tetapi juga mencerminkan kehidupan sosial masyarakat Kota Magelang yang harmonis, guyub rukun, dan penuh toleransi di tengah keberagaman.
Menurut dia, keterlibatan umat Katolik Kota Magelang dan sekitarnya dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut menunjukkan nilai kebersamaan yang kuat di tengah masyarakat.
"Ini bukan hanya ekspresi kehidupan keagamaan, tetapi juga bagian dari dinamika sosial yang diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat," katanya.
Pada kesempatan itu, ia juga menyoroti keterlibatan lintas budaya dan agama dalam kegiatan tersebut, termasuk partisipasi unsur budaya seperti barongsai.
"Ini bukan hanya milik umat Katolik, tetapi milik kita bersama. Semua agama, budaya, dan suku ada di sini. Mari kita jaga keberagaman ini dan lestarikan toleransi, sehingga menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia bahkan dunia," katanya.
Ia berharap, kirab tersebut dapat semakin memperkuat kebersamaan dan keharmonisan masyarakat Kota Magelang.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
