
Ribuan anggota jamaah ikut salat Idulfitri di Edutorium UMS, seruan istikamah menguat

Solo (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar salat Idulfitri di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Solo, Jawa Tengah, Jumat.
Ribuan anggota jamaah tampak memadati halaman Edutorium UMS sejak pukul 06.00 WIB. Jamaah terdiri atas tenaga kependidikan UMS, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Khatib salat Id Yayuli, S.Ag., M.Ag., menyampaikan kepada umat terkait makna Idulfitri sebagai momentum kembali kepada fitrah. Ditandai dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan tekad yang lurus. Fitrah tersebut lahir berkat penempaan selama bulan Ramadan.
“Ramadan telah mendidik kita dengan tiga madrasah utama, yakni kejujuran, kesabaran, dan kepedulian,” kata Yayuli.
Yayuli menjelaskan umat Islam saat ini dihadapkan pada percepatan arus informasi dan perkembangan teknologi yang kian pesat.
Meskipun demikian, kegelisahan umat juga meningkat bersamaan. Tantangan moral yang dihadapi anak-anak saat ini tidaklah ringan. Media sosial pun kerap mempertemukan umat dengan perdebatan tanpa adab.
“Perbedaan pilihan kadang meretakkan persaudaraan. Isu ekonomi menekan banyak keluarga. Anak-anak kita menghadapi tantangan moral yang tak ringan,” imbuh dia.
Yayuli menilai kondisi tersebut menjadikan kemenangan Idulfitri diuji. Kemenangan bukan soal banyaknya ibadah, tetapi luasnya maaf yang mampu diberikan. Kemenangan lahir dari hati yang diperbarui dan mampu menahan maaf.
Ia mengamini tidak ada manusia tanpa khilaf. Idulfitri harus menjadi momentum saling memaafkan yang benar-benar membersihkan luka di hati.
Dia juga mengajak umat untuk menjaga tiga komitmen usai Ramadan. Ketiga komitmen itu ialah istikamah dalam ibadah, istikamah dalam kejujuran, dan istikamah dalam kepedulian.
“Karena tanda diterimanya amal Ramadan adalah kebaikan yang berlanjut setelahnya,” tandas Yayuli.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
