
Gusnul Yakin Pelatih PSIS Semarang

Perwakilan PT Ancora di Semarang, Warso Susilo, Jumat, mengatakan, keputusan tersebut ditandatangani CEO Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Wijayanto tertanggal 23 Mei 2012.
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa Gusnul menjadi pelatih PSIS terhitung sejak 21 Mei 2012 untuk jangka waktu lima bulan ke depan.
Selama tiga keli pertandingan yang dijalani PSIS yaitu saat melawan Persik Kediri (di Piala Indonesia leg pertama dan Divisi Utama) serta PPSM Magelang (Divisi Utama) tetapi Gusnul Yakin tidak duduk di bangku pemain cadangan melainkan hanya berdiri di pinggir lapangan.
Pada tiga pertandingan tersebut pemain didampingi pelatih pendamping Agus Yatmono yang mendampingi pemain saat berlaga di lapangan.
Gusnul Yakin menggantikan posisi Edy Paryono yang sampai kini belum diketahu kejelasannya setelah terjadi konflik di manajemen PSIS.
"Semua pemain bisa menerima dan merasa puas dengan hasil besutan Gusnul Yakin, hanya yang menjadi persoalan yang bersangkutan hanya menangani tim untuk dua pertandingan sisa di Divisi Utama dan satu pertandingan leg kedua di Piala Indonesia," katanya.
PSIS Semarang masih menyisakan tiga pertandingan di Divisi Utama yaitu melawan Persepasi Bekasi, Sabtu (26/5) kemudian Persik Kediri pada leg kedua Piala Indonesia, 29 Mei 2012, serta terakhir melawan Persis Solo, 3 Juni mendatang.
Ia berharap saat melawan Persipasi Bekasi besok, Pelatih Gusnul Yakin bisa mengatur strategi yang tepat agar PSIS bisa menang sekaligus membalas kekalahan saat putaran pertama di Bekasi beberapa waktu lalu (PSIS kalah 2-5).
Kalau di Piala Indonesia, kata dia, PSIS masih memiliki peluang dengan catatan saat pertandingan leg kedua di Kediri bisa menang atau seri minimal 2-2 karena saat leg pertama di Semarang hanya bermain imbang 1-1.
"Lawan Persepasi semua pemain kecuali Iswandi Da'i dan Feri Liga, bisa dimainkan," katanya.
Pewarta: Hernawan Wahyudono
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
