Logo Header Antaranews Jateng

Satgas Pangan Polres Kudus cek harga dan ketersediaan bahan pokok jelang Hari Raya Idul Fitri 2026

Rabu, 25 Februari 2026 15:55 WIB
Image Print
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo bersama Sekretaris Dinas Perdagangan Kudus Sugiharto, Kepala Gudang Bulog Kudus Fendraya Rachma, serta Kepala DPMPTSP Kudus Mohammad Fitriyanto mengecek harga sembako di Pasar Bitingan Kudus, Rabu (25/2/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus, Jawa Tengah (ANTARA) - Tim Satgas Pangan Polres Kudus, Jawa Tengah, bersama Dinas Perdagangan Kudus melakukan pengecekan harga dan ketersediaan bahan pokok masyarakat guna memastikan stabilitas harga komoditas menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Kegiatan pemantauan dilakukan di Pasar Bitingan Kudus, Rabu, dengan dihadiri Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo, Sekretaris Dinas Perdagangan Kudus Sugiharto, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus Mohammad Fitriyanto.

Pengecekan juga melibatkan perwakilan dari Bulog, dan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus.

Kapolres Heru mengatakan berdasarkan hasil pengecekan di sejumlah pedagang, mayoritas harga kebutuhan pokok masih dalam kondisi terkendali.

"Alhamdulillah, tadi kita sudah cek di beberapa pedagang, untuk stok sembilan bahan pokok hingga saat ini masih aman. Kemudian untuk harga juga relatif normal," ujarnya di Pasar Bitingan.

Dari hasil pengecekan, komoditas yang mengalami kenaikan tertinggi adalah daging sapi, dengan kenaikan sekitar Rp10.000 per kilogram.

Sementara untuk komoditas beras, bawang, dan bahan pokok lainnya, harganya masih relatif stabil.

Terkait ketersediaan barang, Kapolres memastikan stok sementara ini mencukupi kebutuhan masyarakat.

Pihak kepolisian juga melakukan langkah antisipasi guna mencegah praktik penimbunan maupun permainan harga oleh oknum tengkulak menjelang Lebaran.

"Ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah kemungkinan adanya tengkulak nakal dan mengantisipasi ketersendatan distribusi. Harapannya, saat menjelang hari raya nanti tidak terjadi kenaikan signifikan maupun kelangkaan barang," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan Kudus Sugiharto menambahkan bahwa koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan kelancaran distribusi bahan pokok selama Ramadhan hingga Idul Fitri.

Pemantauan serupa akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan pasokan yang aman selama puasa Ramadhan dan Lebaran 2026.

Riah, pedagang daging, mengatakan harga jual daging sapi memang ada kenaikan, termasuk daging kerbau.

"Hanya saja, memasuki pekan kedua bulan Ramadhan transaksi mulai menurun setelah awal puasa cukup ramai pembeli," ujarnya.

Tutik Asiani, pedagang sayur mayur, juga mengatakan harga komoditas pekan ini cenderung stabil, setelah awal Ramadhan mengalami kenaikan bervariasi.

Gula pasir, kata dia, saat ini dijual Rp17.000/kg dan minyak goreng kemasan ada yang dijual Rp20.000/liter dan Rp42.000 untuk kemasan 2 liter.

Bawang merah juga stabil dengan harga Rp40.000/kg, bawang putih dijual Rp35.000/kg, cabai rawit merah dijual Rp75.000/kg, cabai merah keriting Rp35.000/kg, kentang dijual Rp18.000/kg, dan kubis Rp9.000/kg.

Sedangkan harga beras IR64 premium tercatat Rp14.900/kg dan IR64 medium Rp13.500/kg.

"Transaksi pembelian awal puasa sangat ramai, sedangkan saat ini mulai berkurang," ujarnya.


Baca juga: Bupati Kudus mengimbau ASN berdonasi untuk THR PPPK paruh waktu



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026