Logo Header Antaranews Jateng

UMS gelar Grand Opening Gema Kampus Ramadan, ajak mahasiswa sebarkan manfaat

Rabu, 18 Februari 2026 12:59 WIB
Image Print
Rektor UMS (tengah) membuka Gema Kampus Ramadan 1447H di Masjid Sudalmiyah Rais Kampus UMS Solo, Jawa Tengah, Selasa (17/2/2026). ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Grand Opening Gema Kampus Ramadan (GKR) 1447H yang dirangkaikan dengan salat tarawih berjamaah dan kajian akbar di Masjid Sudalmiyah Rais Kampus UMS Solo, Jawa Tengah, Selasa.

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian program Ramadan di lingkungan kampus.

Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan rasa syukur karena kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadan. Dalam kajian perdana tersebut, ia mengangkat tema Muda Berdaya dan Berdampak yang dirangkum dalam konsep One Ramadan.

Menurutnya, One Ramadan merupakan upaya meraih ketakwaan sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183. Ia menegaskan tujuan utama menjalankan ibadah Ramadan adalah menjaga tawazun atau keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.

“Fokuskan hati, fokuskan untuk Ramadan. Bukan 50 persen, tetapi 50 persen plus satu kita fokus ke Ramadan,” ujarnya.

Rektor UMS juga mengajak civitas academica untuk memanfaatkan Ramadan sebagai momentum membersihkan pikiran dari energi negatif menjadi positif, serta mengubah sikap suuzan menjadi husnuzan. Ia menekankan pentingnya membiasakan diri melakukan hal-hal positif selama bulan suci.

Menurutnya, langkah awal yang harus dilakukan adalah menyucikan qalbu atau hati. Pikiran dan hati, kata dia, dapat menjadi bersih apabila dilandasi keikhlasan dan ketulusan dalam beramal.

“Setiap kali beramal harus disertai keikhlasan agar tidak menjadi mubazir atau sia-sia. Ketulusan didasarkan semata-mata fisabilillah. Setiap kebaikan akan dicatat oleh Allah dan akan dikembalikan,” katanya.

Lebih lanjut, Harun mendefinisikan “berdampak” sebagai sesuatu yang berkelanjutan dan memberi manfaat. Ia mencontohkan ibadah tarawih yang dilaksanakan secara konsisten sebagai bentuk kebaikan yang terus berlanjut.

“Berkelanjutan saja tidak cukup, tetapi juga harus ada manfaatnya,” tegasnya.

Ia berharap mahasiswa UMS tidak hanya menjadi generasi yang berdaya dan berdampak, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan setiap kebaikan yang dilakukan, sehingga memberi manfaat luas bagi masyarakat.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026