
Batik Solo Banjir Pesanan

"Pemesanan seragam sekolah bahan motif batik menjelang ajaran tahun baru ini ada peningkatan hingga puluhan sekolah baik dari Solo maupun luar daerah," kata seorang perajin batik "Mekar Sari" di Tipes, Laweyan, Kota Solo, Sardi, di Solo, Kamis.
Ia mengaku, produksi menjelang tahun ajaran baru mampu mencapai 1.700 meter per hari, sedangkan hari biasa setengahnya atau 850 meter per hari.
Pemesan, katanya, datang selain dari Kota Solo juga luar Pulau Jawa antara lain Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
"Kami mendapat pesanan dari Medan Sumatera Utara ada 25 sekolah. Pemesan dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas kejuruan," katanya.
Menyinggung bahan dan motif batik pesanan, kata dia, coraknya tergantung pilihan pemesan dan bahan kainnya biasanya birkolinsima.
Ia menjelaskan, kebanyakan pesanan berupa seragam sekolah motif batik berupa pakaian jadi dengan harga bervariasi antara Rp17.000 per potong hingga Rp25.000, tergantung kualitas kain.
"Kami hanya industri rumah tangga dengan 12 tenaga kerja dan mampu memproduksi bahan motif batik cap sebanyak 1.700 meter per hari," katanya.
Seorang perajin lainnya, Wigyo, menjelaskan, pemesan seragam motif batik setiap tahun sekali, menjelang tahun ajaran baru, selalu meningkat.
Akibatnya, katanya, banyak perajin mengejar penyelesaian target dengan menambah tenaga kerja.
Ia menjelaskan tentang proses pembuatan bahan motof batik cap tersebut antara lain bahan kain diletakkan di meja yang panjangnya sekitar 70 hingga 100 meter.
Setelah itu, kata dia, proses penyamblonan sesuai corak dan warna yang dikehendaki pemesan untuk selanjutnya dikeringkan atau sering disebut "stim".
Ia menjelaskan, pengeringan agar lebih cepat dapat dengan alat pemanas gas elpiji khusus motif ganda dan setelah itu proses pencucian serta penghalusan bahan atau dikalender.
"Setelah penghalusan bahan kemudian baru masuk pemotongan bahan sesuai ukuran pakaian jadi. Pakaian jadi sudah selesai proses pengepakan sesuai urutan ukuran baru dikirim," katanya.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
