Logo Header Antaranews Jateng

Bentrok Dua Kelompok Kembali Terjadi

Kamis, 3 Mei 2012 19:58 WIB
Image Print
SOLO, 3/5 - BENTROK SOLO. Sejumlah polisi berjaga di dekat motor yang terbakar dalam bentrok antara warga dan sebuah ormas di Solo, Jateng, Kamis (3/5). Akibat bentrok tersebut satu orang kritis. FOTO ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/ed/nz/12

Satu kelompok dari organisasi masyarakat (ormas) di Solo, membalas menyerbu kelompok lain di Kampung Sewu dengan membawa senjata tajam dan melemparkan benda menyerupai bom yang meledak di sudut gang di Jalan Martadinata.

Dalam peristiwa itu, seorang wartawan dari TATV Solo, pipi Harun Al Rasid terkena serpihan ledakan sehingga mengeluarkan darah.

"Saya di belakang Harun saat meliput peristiwa bentrokan tersebut. Tiba-tiba ada suara ledakan dari kelompok ormas itu, dan serpihannya mengenai pipin Harun," kata Rois, wartawan ANTV.

Kelompok ormas sekitar 200 orang menyerbu ke Kampung Sewu dan berkeliling di jalan-jalan sempit sebelum dihalau anggota Polresta Surakarta.

Sebelumnya, sekitar pukul 14.00 WIB, bentrokan antara kelompok warga Kampung Sewu dengan kelompok satu ormas di Solo, menyebabkan sebuah sepeda motor tinggal kerangka akibat dibakar massa

Kepala Polresta Surakarta Kombes Polisi Asdjima'in, ke lokasi kejadian untuk mengamankan daerah tersebut.

"Kami melakukan mengamankan dengan melibatkan para tokoh dari kedua pihak yang berseteru itu," kata Kapolresta.

Pasukan Brimob dari Polresta Surakarta telah diturunkan dengan perlengkapan lengkap untuk mengamankan di daerah bentrok di Kampung Sewu.

Kapolresta menjelaskan, telah memeriksa sejumlah saksi peristiwa tersebut.

Seorang korban salah sasaran masih dirawat di Rumah Sakit Moewardi Solo.

"Korban, hanya perlu istirahat dan lukanya ringan. Polisi segera meminta keterangan korban ini, terkait kejadian itu," katanya.

Akibat peristwa tersebut Agus Musjianto (31) warga Pulokerto Sukoharjo, luka-luka dan diduga ia korban salah sasaran amukan massa. Korban, kini dirawat di RSU Moewardi Solo. Sedangkan, wartawan TATV hanya luka ringan di pipi.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026