Logo Header Antaranews Jateng

'Semarang Night Carnival' Meriah

Sabtu, 28 April 2012 22:30 WIB
Image Print
SEMARANG, 30/4 - KARNAVAL MALAM. Sejumlah peserta "Semarang Night Carnival" mengenakan beragam kostum, melintas di kawasan Tugu Muda, di Semarang, Jateng, Sabtu (30/4). Semarang Night Carnival yang diikuti lebih dari 1.200 peserta dengan berbagai kos

Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-465 Kota Semarang ini dibuka Wakil Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ditandai dengan pemukulan bedug.

Kemeriahan "Semarang Night Carnival" tidak hanya ditunjukkan oleh kostum para peserta yang bernuansa bunga, tetapi juga kemeriahan musik Tek-Tek (Akademi Kepolisian) dan musik kolaborasi dari berbagai alat masak (Indonesia Chef Asosiation).

Para peserta juga terlihat bersemangat tidak sekadar berjalan, tetapi juga mampu menunjukkan gerakan, tarian, hingga ekspresi muka.

Bahkan komunitas Pencak Silat, begitu tiba di Kawasan Tugu Muda menunjukkan kebolehannya. Beberapa gerakan mereka tunjukkan, termasuk saat pelatih mereka memukul punggung ataupun kaki karena kuda-kuda yang salah.

Sementara itu, kelompok Denok Kenang yang mengenakan baju batik dengan asesoris bagian kepala berbentuk bunga dan terkesan meriah. Mereka juga bergerak mengikuti irama Rebana Kayun Mubakin.

Rute "Semarang Night Carnival", yakni dari depan Balai Kota Semarang Jalan Pemuda--Tugu Muda--Jalan Pandanaran dan berakhir di Lapangan Simpang Lima.

Sebagian penonton mengaku "Semarang Night Carnival" tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya karena tahun kedua penyelenggaraan.

"Lebih meriah dan sepertinya tahun ini lebih baik dari tahun lalu," kata Isnawati (45) warga Semarang Tengah usai menyaksikan "Semarang Night Carnival".

Hal sama juga disampaikan Lisa (32) warga Semarang Tengah yang datang bersama keluarganya melihat "Semarang Night Carninal".

Ibu satu anak ini menilai ada kemungkinan karena ada tema khusus yang disiapkan sehingga kostum para peserta terlihat rapi sesuai dengan pengelompokan.

"Mewah, meriah, dan menarik," kata Lisa.

"Semarang Night Carnival" tahun ini kembali diguyur hujan seperti yang terjadi pada tahun lalu.

Ada sebagian peserta yang akhirnya membubarkan diri begitu hujan turun untuk berteduh dan langsung melepas atribut yang mereka kenakan.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026