Semarang (ANTARA) - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto membuka layanan "Campus Immigration Point" di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang untuk berbagai pelayanan keimigrasian kepada masyarakat yang merupakan pertama kalinya di Indonesia.
"Alhamdulillah ini untuk pertama kalinya di Indonesia. Kami resmikan 'Campus Immigration Point' yang hadir atas kerja sama antara Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang dengan Undip Semarang," kata Menteri Agus Andrianto, di Semarang, Senin.
Ia menjelaskan "Campus Immigration Point" memiliki jenis layanan pembuatan paspor baru, pergantian paspor, dan layanan paspor hilang atau rusak, serta layanan perpanjangan izin tinggal kepada warga negara asing (WNA) dalam satu atap.
Menurut dia, "Campus Immigration Point at Undip" merupakan sebuah inovasi mempertemukan pelayanan publik modern dengan ekosistem pendidikan tinggi. "Kami juga sedang menyusun peraturan menteri terkait dengan kemudahan layanan imigrasi bagi mahasiswa dan dosen asing," katanya.
Dengan hadirnya titik layanan "Campus Immigration Point", akses masyarakat terhadap layanan keimigrasian akan semakin mudah, lebih cepat, dan berada tepat di pusat aktivitas civitas akademika.
Saat ini, Kementerian Imipas dan Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Kemensaintek), serta Kementerian Keuangan masih menyusun perubahan peraturan pemerintah terkait dengan tarif khusus Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan izin tinggal untuk mahasiswa asing.
Upaya tersebut dilakukan untuk menarik minat mahasiswa asing agar dapat melanjutkan studi di Indonesia, serta untuk mendukung upaya meningkatkan peringkat universitas yang ada di Indonesia.
Kepala Kanwil Direktorat Imigrasi Jateng Haryono Agus Setiawan menambahkan dengan hadirnya layanan tersebut menjadi bagian dari strategi besar untuk mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat.
"Dengan adanya petugas imigrasi yang bertugas secara khusus di Undip, kami bisa hadir lebih dekat untuk membantu seluruh proses keimigrasian, baik bagi WNI maupun WNA," katanya.
Selain mempermudah pelayanan paspor, hadirnya "Campus Immigration Point" menjadi fasilitas strategis bagi mahasiswa asing di Undip.
"Mereka kini dapat mengurus perpanjangan atau perubahan izin tinggal dengan lebih praktis, sehingga dapat menjalani kegiatan akademik tanpa hambatan administratif," katanya.
Sementara itu, Rektor Undip Prof Suharnomo menyambut baik kerja sama menghadirkan layanan imigrasi di tengah institusi pendidikan, terlebih kampusnya menjalin kemitraan dengan beragam universitas di luar negeri.
"Kami bangga dapat memberikan dukungan penuh bagi berdirinya 'Campus Immigration Point' ini," katanya.
Undip berupaya menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan agar layanan imigrasi dapat berjalan dengan optimal, nyaman, dan mudah diakses oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, maupun masyarakat sekitar.
Baca juga: Pemkot Semarang kedepankan nilai-nilai toleransi guna ciptakan lingkungan harmonis

