Logo Header Antaranews Jateng

Evita dorong UMKM Grobogan perkuat standardisasi dan sertifikasi

Minggu, 30 November 2025 17:16 WIB
Image Print
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty berfoto bersama pada kegiatan Sosialisasi Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian bagi UMKM di Hotel 21 Purwodadi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, di Hotel 21 Purwodadi, Minggu (11/11/2025). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Grobogan (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menegaskan pentingnya standardisasi dan penilaian kesesuaian bagi pelaku UMKM sebagai kunci peningkatan daya saing produk lokal.

"Peningkatan standar merupakan langkah mendesak agar produk lokal tidak hanya laku di pasar daerah, tetapi juga mampu menembus supermarket nasional, hotel, restoran, marketplace, bahkan pasar ekspor," ujarnya pada kegiatan Sosialisasi Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian bagi UMKM di Hotel 21 Purwodadi di Grobogan, Minggu.

Menurut dia masih banyak UMKM yang terhambat karena belum memiliki SNI, sertifikasi halal, izin BPOM, atau belum memahami jenis uji laboratorium serta aturan kemasan.

Padahal, kata dia, pembeli, terutama dari luar negeri, selalu mencari bukti mutu.

Ia menegaskan standardisasi merupakan bahasa mutu, sedangkan penilaian kesesuaian merupakan bukti mutu. Dengan standar yang jelas dan sertifikasi yang terpenuhi, maka produk UMKM akan lebih dipercaya dan mudah diterima pasar.

Evita menjelaskan persaingan UMKM saat ini semakin ketat, bukan hanya antar pelaku usaha lokal tetapi juga dengan produk impor yang murah dan konsumen yang makin kritis.

Karena itu, imbuh dia, Komisi VII terus mendorong agar UMKM mendapatkan kemudahan akses informasi standar, pendampingan teknis, fasilitas pengujian dan sertifikasi, serta regulasi yang tidak mempersulit.

Ia menambahkan DPR juga mengawasi pelaksanaan program BSN, kementerian, dan lembaga terkait agar benar-benar memberi manfaat nyata bagi UMKM di daerah.

"Kami mengajak pemuda, dunia pendidikan, dan olahraga berkolaborasi. Termasuk berbagai elemen masyarakat untuk ikut mempercepat penguatan UMKM," ujarnya.

Ia berharap KNPI dapat menggerakkan anak muda Grobogan untuk aktif dalam pelatihan digital, pemasaran online, dan inovasi produk sehingga pemuda menjadi motor kemajuan UMKM.

Terhadap guru penggerak, Evita mendorong pembentukan generasi muda yang kreatif, adaptif, dan memiliki jiwa kewirausahaan sejak dini.

Sementara kepada KONI, dia mengusulkan agar event-event olahraga di Grobogan membuka ruang promosi bagi produk lokal sehingga dampaknya langsung dirasakan pelaku usaha.

Evita menegaskan kolaborasi antara pemerintah, pemuda, dunia pendidikan, olahraga, dan pelaku usaha merupakan kunci untuk mempercepat UMKM Grobogan naik kelas.

"Dengan kekuatan bersama, saya yakin UMKM Grobogan dapat semakin maju, berdaya saing, dan menembus pasar yang lebih luas," ujarnya.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026