Logo Header Antaranews Jateng

Desain Pasar Bulu Semarang Diubah

Kamis, 26 April 2012 21:16 WIB
Image Print
antarafoto.com

"Akan ada 'redesign' untuk menjaga Pasar Bulu sebagai pasar tradisional bukan sebagai mal," kata Ketua DP2K Semarang Prof Eko Budihardjo seusai rapat dengan jajaran Pemkot Semarang di Semarang, Kamis.

Untuk bangunan lama yang masih tersisa, lanjut Prof Eko harus dipertahankan untuk menghargai bangunan lama dan "redesign" akan dibuat oleh perwakilan DP2K Semarang.

Desain yang ada sekarang perlu diubah, lanjut Prof Eko, karena bentuk bangunannya tidak melestarikan bangunan lama yang ada.

"Silakan membuat bangunan bertingkat, tetapi harus melestarikan bangunan yang lama. Jadi bangunan lama dengan bangunan baru dikombinasikan," katanya.

Perwakilan dari DP2K yang ditunjuk yakni Ketua Program Magister Teknik Arsitektur Undip Prof Ir Totok Rusmanto dan Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Tengah Agung Dwiyanto.

Prof Eko menilai pembuatan desain ulang Pasar Bulu tidak akan membutuhkan waktu lama sehingga jadwal pembangunan fisik Pasar Bulu bulan Juni 2012 akan tetap dapat terealisasi.

Kepala Bidang Perencanaan Pengembangan Wilayah dan Infrastruktur Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang Purnomo Dwi mengatakan, desain ulang dapat dilakukan asalkan tidak berpengaruh pada anggaran.

"Silakan 'redesign' sepanjang tidak mengubah pagu anggaran. Kami sangat terbuka terhadap saran atau masukan dari DP2K," katanya.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Abdul Madjid mengatakan Pasar Bulu perlu dibangun tiga lantai agar dapat menampung 1.580 pedagang dan PKL yang sebelumnya berada di Jalan Pandanaran dan di daerah sekitar Pasar Bulu.

Seluruh pedagang tidak akan dipungut biaya dan Pasar Bulu tetap dipertahankan sebagai pasar tradisional yakni tetap mempertahankan tradisi tawar menawar antara penjual dan pembeli.

"Jadi Pasar Bulu akan dibangun modern, tetapi konsepnya tetap tradisional bisa tawar menawar, ditata rapi, dan teratur," kata Abdul Madjid.

Anggota DP2K Hastaning Sakti (Psikolog Universitas Diponegoro Semarang) mengatakan bahwa Pasar Bulu bagian dari kawasan yang menjadi ciri khas Kota Semarang.

"Menyorot dari sisi psikologis anak, sebaiknya di atas bangunan Pasar Bulu ke depan harus ada ruang terbuka sehingga dapat digunakan untuk tempat berkumpul. Dari atas Pasar Bulu, bisa melihat Tugu Muda, air mancur, dan yang lainnya. Ini dapat menjadi terapi jiwa," kata Hastaning.



Pewarta:
Editor: Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026