
Rayakan HUT, PT Sakti Intimegah Pratama berbagi kebahagiaan dengan warga panti wreda

Semarang (ANTARA) - Puluhan karyawan PT Sakti Intimegah Pratama menyambangi para lansia yang menjadi warga Panti Wreda Omega, Semarang, Sabtu, untuk berbagi kebahagiaan, seiring dengan perayaan hari ulang tahun (HUT) perusahaan.
Para oma dan opa, sapaan akrab warga panti wreda tampak menikmati momentum kebersamaan dengan karyawan industri yang bergerak di bidang baja ringan dan galvalum tersebut.
Marketing Communication PT Sakti Intimegah Pratama Waskito Utomo menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan program corporate social responsibility (CSR) sekaligus menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-15 perusahaan.
"Jadi, tujuan kami ke sini ngin berbagi sama oma-opa, dan untuk menghibur memberi semangat pada mereka. Tujuannya, agar masa tua mereka bisa bahagia," katanya.
Menurut dia, kegiatan tersebut juga untuk mengingatkan bakti terhadap orang tua yang selama ini telah merawat dengan baik sehingga masa tuanya juga harus ganti dirawat.
"Bagaimana mengingat orang tua kita, kan butuh mengingat kembali waktu masa kecil kita kan dirawat orang tua. Jadi kita bangkitkan semangat pemuda biar sadar kalau orang tua kita harus mengurus kembali," katanya.
Kegiatan itu dilakukan dengan mengajak lansia bermain "memory game" dan lempar bola, kemudian bernyanyi bersama, melukis, hingga memasak dan menata hidangan.
Sementara itu, pengurus Panti Wreda Omega Semarang Opa Fendy menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan jajaran PT PT Sakti Intimegah Pratama kepada para warga panti wreda.
"Saya atas nama keluarga besar Panti Merah mengucap banyak terima kasih dan sangat bahagia dengan perhatian yang luar biasa," katanya.
Ia mengakui bahwa kebutuhan warga di panti wreda tersebut memang besar, terutama untuk keperluan sehari-hari, seperti pampers dewasa, kemudian sarana lift.
Menurut dia, sarana lift memang dibutuhkan untuk memudahkan aktivitas oma dan opa sehari-hari, mengingat kontur bangunan yang bertingkat, apalagi ada yang sudah harus memakai kursi roda.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga membutuhkan instalasi air panas dengan tenaga matahari sehingga tidak lagi menggunakan elpiji maupun listrik.
Yos Sahertian selaku pengurus panti menambahkan bahwa tidak semua kerabat Oma dan opa yang rutin berkunjung ke panti wreda tersebut sehingga kehadiran jajaran perusahaan itu tentu sangat menggembirakan.
"Di sini ada 21 oma dan opa. Kegiatannya beragam di sini, mulai minum susu, berjemur matahari, senam, dan lainnya," katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
