Semarang (ANTARA) - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, Semarang Business Forum (Sembiz) 2025 wujud optimisme pemerintah terhadap arah pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya di Semarang, Selasa, rilis terbaru pemerintah pusat menunjukkan lonjakan signifikan pertumbuhan ekonomi Kota Semarang, dari kisaran lima persen menjadi lebih dari tujuh persen.
Sembiz sendiri telah memasuki tahun ke-18 yang diinisiasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang sebagai ruang bertemu pemerintah, pelaku usaha, dan calon investor yang ingin melihat potensi ekonomi Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.
"Pencapaian pertumbuhan ekonomi ini tidak terlepas dari derasnya arus investasi yang masuk ke wilayah Semarang dan daerah penyangga seperti Kendal, Kabupaten Semarang, hingga Jepara," kata dia.
Kawasan-kawasan tersebut berkembang menjadi sentra industri baru yang memperkuat posisi Semarang sebagai pusat perdagangan dan jasa.
"Kita memiliki kesempatan besar untuk tumbuh sebagai kota jasa dan perdagangan. Semakin banyak investor yang datang, semakin terbuka pula peluang bisnis di berbagai sektor," ujarnya.
Meski begitu, Agustina mengingatkan masyarakat Semarang agar tidak hanya menjadi penonton. Ia menekankan pentingnya kesiapan warga lokal untuk ikut mengambil peran sebagai pelaku usaha sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan secara luas.
"Kita harus bersiap, tidak hanya menerima investasi tetapi juga menjadi bagian dari proses pembangunan itu sendiri," tegasnya.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Kota Semarang juga mendorong kemudahan investasi dengan menghadirkan platform digital Gemilang yang memuat data aset yang dapat dimanfaatkan investor. Agustina menjelaskan bahwa tren bisnis kini tidak selalu bergantung pada lokasi-lokasi besar di pusat kota. Banyak pelaku usaha memilih model kantor virtual atau ruang usaha kecil namun tetap mampu menjangkau pasar luas.
Ia berharap pola pikir baru ini bisa membuka kesempatan lebih besar bagi investor untuk melihat berbagai potensi tersembunyi di Kota Semarang.
Untuk tahun 2026, Pemkot Semarang mengusung tema ketahanan pangan dan lingkungan hidup. Agustina menilai keduanya menjadi fondasi penting agar pertumbuhan ekonomi tidak merusak keseimbangan alam. Ia meminta investor ikut menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa Sembiz sejalan dengan arah kebijakan ekonomi hijau di level provinsi.
Menurutnya, investasi memang menjadi motor penggerak ekonomi, namun yang lebih penting adalah menciptakan lapangan kerja dan membuka kesempatan di berbagai daerah.
"Sembiz sudah berlangsung selama 18 tahun, dan ini menunjukkan komitmen Semarang untuk terus membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif," katanya.

