Logo Header Antaranews Jateng

Anggota DPR dorong Merti Bhumi Kalipagu jadi wisata unggulan Banyumas

Kamis, 17 Juli 2025 15:54 WIB
Image Print
Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah (dua dari kiri) bersama warga melepas burung perkutut dalam rangkaian prosesi tradisi Merti Bhumi di Situs Cagar Budaya Lemah Wangi, Grumbul Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (17/7/2025). ANTARA/Sumarwoto

Banyumas (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah mendorong tradisi Merti Bhumi di Grumbul Kalipagu, Desa Ketenger, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya unggulan guna melengkapi kekuatan pariwisata alam di wilayah tersebut.

Ditemui di sela acara Merti Bhumi yang digelar di Situs Cagar Budaya Lemahwangi, Grumbul Kalipagu, Kamis, legislator yang akrab disapa Erma itu mengatakan, Kabupaten Banyumas yang berada di lereng selatan Gunung Slamet memiliki kekayaan alam sekaligus potensi budaya yang dapat diangkat secara seimbang.

"Tradisi Merti Bhumi ini bisa menjadi pintu masuk penting untuk menghadirkan wisata budaya yang tidak hanya dinikmati oleh warga lokal, juga menarik wisatawan dari luar daerah, bahkan mancanegara," katanya.

Meskipun mulai rutin sejak 2008, kata dia, tradisi tersebut sejatinya telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Dalam konteks pengembangan pariwisata, lanjut dia, tradisi seperti ini menjadi daya tarik tersendiri karena menyuguhkan nilai spiritual, edukasi budaya, serta keunikan lokal yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Dia mengatakan, selain memperkuat ekosistem wisata, Merti Bhumi juga dapat menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat desa.

"Jika dikelola dengan baik, Kalipagu bisa berkembang menjadi desa wisata budaya. Ini bisa membuka lapangan kerja, menekan urbanisasi, dan meningkatkan ekonomi warga tanpa harus keluar dari kampung halaman," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, penting bagi masyarakat Banyumas untuk lebih menyadari kekayaan tradisi yang mereka miliki.

Sebagai anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, dan sarana publikasi, dia menilai penguatan identitas budaya lokal merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan pariwisata berkelanjutan.

"Banyumas punya banyak potensi, tidak hanya wisata alam seperti Baturaden. Tradisi-tradisi lokal seperti Merti Bhumi harus diangkat agar menjadi daya tarik wisata yang kuat dan berkelanjutan," katanya.

Dia mengharapkan, tradisi seperti Merti Bhumi bisa mendapat perhatian lebih dalam peta pembangunan pariwisata nasional, sejalan dengan upaya Komisi VII DPR RI yang turut mendorong integrasi sektor kebudayaan dan kepariwisataan berbasis masyarakat.

“Kalau hari ini kita bisa menghadirkan wisatawan dari luar kabupaten, luar provinsi, bahkan luar negeri, maka tradisi ini tak hanya hidup sebagai budaya lokal, juga menjadi energi ekonomi dan pariwisata yang nyata bagi Banyumas," kata Erma.

Tradisi Merti Bhumi di Grumbul Kalipagu merupakan sebuah upacara adat yang dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian terhadap kelestarian alam serta lingkungan sekitar.

Upacara adat yang rutin digelar di Situs Cagar Budaya Lemang Wangi dengan melibatkan seluruh masyarakat termasuk tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat Kalipagu dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Sementara Situs Cagar Budaya Lemah Wangi yang menjadi lokasi kegiatan merupakan salah satu destinasi wisata budaya yang menyimpan jejak peradaban masa lampau di lereng selatan Gunung Slamet, yang pada masa silam dikenal sebagai Gunung Agung.

Kawasan ini menyuguhkan kekayaan sejarah berupa peninggalan purba, di antaranya batu-batuan bersejarah yang hingga kini masih dijaga kelestariannya oleh masyarakat sekitar.

Salah satu peninggalan yang cukup menonjol adalah Batur Lumpang, sebuah batu berlubang yang diyakini memiliki fungsi khusus dalam praktik kehidupan masa lalu.

Lokasinya tidak jauh dari kawasan puncak kawah Gunung Slamet, menjadikan situs ini juga menarik bagi wisatawan pencinta sejarah dan petualangan alam.

Baca juga: Warga lereng Sumbing gelar "merti dusun" untuk galang persatuan



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026