
Tembok Stadion Diponegoro Runtuh

Tidak ada korban jiwa dalam runtuhnya tembok sepanjang 16 meter, dengan ketinggian tiga meter dan tebal sekitar 50 centimeter tersebut.
Delapan mobil yang tertimpa reruntuhan tembok stadion tersebut adalah Suzuki Carry bernomor polisi K 8852 TA, Daihatsu Xenia H 9231 YY, Honda Jazz H 9404 CD, Isuzu Panther H 8526 RA, Toyota Kijang H 8992 SW, Suzuki Karimun Estillo B 2226 HB, Suzuki bak terbuka H 1687 MC, dan sebuah Toyota Kijang merah yang tidak diketahui pelat nomor polisinya.
Mobil-mobil yang tertimpa reruntuhan tembok stadion tersebut rata-rata mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan.
Pada saat yang bersamaan, di Stadion Diponegoro sedang digelar Kejuaraan Sepak Bola Aqua Danone Nations Cup untuk anak-anak.
Salah seorang korban, Yoto (40), mengatakan bahwa saat tembok stadion runtuh dirinya dan rekannya yang bernama Mahmud sedang menurunkan muatan berupa minuman ringan dari bak mobil.
"Saat sedang berada di belakang mobil, tiba-tiba tembok stadion runtuh dan menimpa bagian depan mobil hingga terdorong kemudian mengenai saya," katanya sambil menunjukkan luka lecet pada bagian tangan sebelah kiri.
Pelatih sekolah sepak bola (SSB) Bintang Muda Pati, Gatot (45), yang pada saat kejadian sedang mengantar anak didiknya bertanding menyebutkan jika suara runtuhnya tembok stadion terdengar cukup keras.
"Saya langsung lari keluar stadion saat mendengar suara gemuruh yang ternyata tembok stadion sudah runtuh dan menimpa mobil saya," ujar warga Kutoarjo, Kabupaten Pati, tersebut.
Para pemilik mobil yang mengalami kerusakan akibat tertimpa tembok yang runtuh meminta pertanggungjawaban dari Kodam IV/Diponegoro selaku pengelola stadion.
Hingga berita ini ditulis, pembicaraan antara perwakilan pengelola stadion dengan para pemilik mobil yang rusak masih berlangsung.
Beberapa anggota Polrestabes Semarang juga terlihat melakukan penyelidikan di lokasi kejadian untuk memastikan penyebab runtuhnya tembok Stadion Diponegoro.
.
Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor:
hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
