Logo Header Antaranews Jateng

Androlog: Puasa Perlambat Efek Penuaan

Kamis, 12 April 2012 17:41 WIB
Image Print
Prof Dr dr Susilo Wibowo, Sp. And. (undip.ac.id)

"Puasa dikenal dalam ajaran banyak agama. Ini benar-benar menyehatkan dilakukan karena bisa mengurangi kerusakan berbagai sel yang diakibatkan munculnya oksidan karena hasil pembakaran makanan," katanya di Semarang, Kamis.

Mantan Rektor Undip tersebut menjelaskan, langkah pengurangan kalori juga bisa dilakukan dengan mengatur pola makan, misalnya, banyak yang melakukannnya dengan hanya mengonsumsi lauk tradisional, seperti tempe dan tahu.

Menurut dia, berbagai kearifan lokal masyarakat juga mengajarkan untuk mengatur pola makan, seperti pepatah masyarakat Okinawa Jepang berbunyi "Hara Hachi Bu" yang menginstruksikan makan jangan melebihi 80 persen kapasitas perut.

"Dalam Islam, ada hadist Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan untuk berhenti makan sebelum kenyang. Sama juga dengan falsafah Jawa berbunyi 'Yen wis yuswo: Ayo podo turu longan, nggo ibadah. Ojo lali ugo mangan longan'," katanya.

Ia menjelaskan, falsafah Jawa tersebut mengajarkan bahwa saat menginjak usia tua untuk mengurangi tidur dan lebih banyak menggunakan waktunya untuk beribadah, serta tidak lupa untuk mengurangi makan tak seperti di kala muda.

Dalam ilmu kedokteran, kata dia, penuaan yang ditentukan faktor genetik hanya sekitar 5-10 persen dan sisanya sekitar 90-95 persen sisanya ditentukan oleh lingkungan, termasuk diet, sehingga mengartikan pentingnya pola hidup sehat.

"Makanan cepat saji (fast food) sebaiknya dihindari karena menyebabkan berbagai penyakit, seperti diabetes, hipertensi, stroke, dan jantung. Sebaliknya, makanan-makanan tradisional kini sudah kembali menjadi pilihan," katanya.

Efek-efek penuaan bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, kata dia, seperti sakit-sakitan, andropause pada pria dan menopause pada wanita sehingga perlu disiapkan bagaimana bisa tua secara fisik namun sehat.

Karena itu, kata dia, pihaknya akan membahas berbagai permasalahan tersebut dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi) VI dan Perkumpulan Andrologi Indonesia (Pandi) ke XX.

Susilo yang juga Ketua Panitia Pertemuan Ilmiah Tahunan Persandi VI dan Pandi XX mengatakan, pertemuan yang digelar 18-20 April 2012 itu akan diisi berbagai kegiatan, seperti workshop dan simposium diikuti para ahli andrologi.

"Kegiatan ini akan mengupas berbagai permasalahan tentang andrologi, mencakup infertilitas, gangguan fungsi seksual, hingga pria lanjut usia. Bagaimana mempersiapkan proses menua, panjang umur, dan sehat," kata Susilo.



Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026