Logo Header Antaranews Jateng

Tanggul jebol, banjir bandang rendam Desa Ketitang Wetan Pati

Selasa, 28 Oktober 2025 12:59 WIB
Image Print
Genangan banjir masih terjadi di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Selasa (28/10/2025). ANTARA/BPBD Pati

Pati (ANTARA) - Banjir bandang yang terjadi di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati disebabkan tanggul di Sungai Gandam jebol karena tidak mampu menampung peningkatan debit air, kata Kalakhar BPBD Pati Martinus Budi Prasetyo.

"Lokasi tanggul jebol berada di aliran sungai yang sama, namun lokasinya tersebar di Desa Ketitang Wetan, Ngening, dan Raci. Dampak banjir juga terjadi di tiga desa tersebut," ujarnya di Pati, Selasa.

Untuk saat ini, imbuh dia, tanggul yang jebol pada akhir pekan kemarin itu sudah mulai diperbaiki oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, namun karena sempat turun hujan banjir masih terjadi.

Kondisi banjir hari ini (28/10), kata dia, sudah berangsur surut, termasuk air yang sempat mengenangi Jalan Pantura Pati juga sudah surut, sehingga akses jalan raya kembali lancar.

Ia mengungkapkan banjir bandang yang terjadi karena adanya masalah di kawasan Pegunungan Kendeng yang seharusnya bisa menangkap air hujan agar tidak langsung mengalir ke sungai, ternyata tidak terjadi sehingga air dari kawasan pegunungan masuk ke sejumlah aliran sungai hingga ke Sungai Gandam dengan debit yang melebihi kapasitas.

"Akhirnya terjadi limpas dan tanggul jebol, sehingga menggenangi pemukiman warga. Serta ada beberapa sarana dan prasarana yang rusak," ujarnya.

BPBD Pati juga sudah menerjunkan para relawan untuk melakukan upaya di lapangan, termasuk melakukan asesmen agar bisa meminimalkan dampak ketika terjadi banjir susulan karena tanggul belum sepenuhnya diperbaiki.

Ia mengimbau warga untuk mulai membersihkan saluran air di sekitar lingkungan tempat tinggalnya secara mandiri, terutama yang terjadi sumbatan akibat sampah. Setidaknya ketika curah hujan tinggi air bisa mengalir lancar dan tidak menimbulkan genangan.

"Upaya jangka panjang, tentu penggalakan program penghijauan di kawasan Pegunungan Kendeng agar banjir bandang tidak terjadi kembali. Sepanjang belum ada upaya penghijauan secara masif, tentunya masih berpotensi terjadi banjir bandang karena air hujan yang turun langsung ke aliran sungai yang biasanya membawa material tanah penyebab sedimentasi sungai," ujarnya.

Aliran sungai yang dangkal, kata dia, ketika curah hujan tinggi, juga mengakibatkan air mudah meluap, sehingga rawan terjadi banjir.

Sekretaris Desa Ketitang Wetan Ismail menambahkan genangan banjir hari ini (28/10) di beberapa wilayah berangsur surut. Namun, lokasi yang dekat dengan tanggul sungai genangan masih terjadi.

"Meskipun debit air sungai mulai menurun, masih ada beberapa titik yang masih tergenang," ujarnya.

Ia mencatat masih ada enam rukun tetangga (RT) yang masih tergenang banjir dengan ketinggian hingga 50 sentimeter.


Baca juga: Hujan deras kembali genangi sejumlah wilayah di Semarang



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026