Logo Header Antaranews Jateng

Seorang Pengunjuk Rasa Tertembak di Bima

Kamis, 29 Maret 2012 15:36 WIB
Image Print

"Memang ada penembakan mengenai paha, saat ini pelurunya masih bersarang dalam paha, tetapi belum jelas kronologi penembakan itu. Saya masih himpun data terutama dari Kapolres Bima," kata Kepala Bidang Humas Polda Nusa Tenggara Barat, AKBP Sukarman Husein, di Mataram.

Ia mengatakan saat ini belum bisa merinci jenis peluru yang bersarang di paha mahasiswa semester VI Universitas Taman Siswa, Bima, itu.

Menurut polisi, unjuk rasa sudah mengarah anarki karena massa memblokade ruas jalan nasional yang merupakan satu-satunya akses ke Bandara Sultan Salahuddin, dari Kota dan Kabupaten Bima.

Pengunjuk rasa yang jumlahnya sekitar 400 orang bersikeras melakukan aksi di kawasan bandara dan polisi, dengan bantuan TNI berusaha menghadang pergerakan mahasiswa sehingga mereka kemudian memblokade jalan.

Aksi pelemparan batu dari arah kerumunan mahasiswa membuat polisi menembakkan gas airmata dan ada ada tembakan yang mengenai seorang pengunjuk rasa, yang meski selamat kakinya terluka.

Sementara menurut Koordinator Aksi, Adi Supriyadi, bentrokan terjadi karena dengan bantuan TNI, polisi berupaya membubarkan massa yang sejak pagi memblokade jalan secara paksa, membuat massa terprovokasi melempar batu.

Perlawanan massa makin menjadi-jadi ketika mereka mengetahui sepuluh temannya ditangkap sehingga polisi kemudian menembakkan gas air mata ke arah massa, membuat mahasiswa berhamburan mundur.

Saat mundur ke jembatan Padolo itulah, Khairuddin roboh karena paha kirinya tertembak. Peluru juga melukai lengan kanannya.



Pewarta:
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026