Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, Jawa Tengah melakukan uji coba penerapan kebijakan lima hari sekolah yang direncanakan mulai akhir Agustus 2025.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar di Pekalongan, Kamis, mengatakan langkah ini tindak lanjut dari arahan Bupati Pekalongan.
"Arahan bupati sudah jelas. Kami bersama Dinas Pendidikan akan menindaklanjuti langkah-langkah uji coba tersebut," katanya.
Dia menjelaskan kebijakan lima hari sekolah ini akan dilakukan secara bertahap dan diperhitungkan secara matang, termasuk evaluasi dan pemilihan sekolah yang menjadi sampel uji coba.
Uji coba ini, kata dia, akan berlangsung selama enam bulan dan dievaluasi setiap tiga bulan untuk memastikan efektivitas serta dampak terhadap semua pihak terkait.
Ia mengatakan pemilihan lokasi uji coba lima hari sekolah, baik untuk tingkat sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama, menjadi kewenangan Dinas Pendidikan setempat.
Ia menjelaskan setelah uji coba sekolah lima hari berjalan akan dilakukan evaluasi secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak, seperti tenaga pendidik, siswa, orang tua, dan masyarakat yang terdampak secara ekonomi.
"Uji coba akan berjalan enam bulan dengan evaluasi setiap tiga bulan. Kami juga akan menggandeng perguruan tinggi untuk melakukan kajian akademis agar hasil evaluasi lebih komprehensif," katanya.
Yulian Akbar berharap, langkah ini dapat menghasilkan kebijakan yang tepat, tidak hanya untuk peningkatan kualitas pendidikan, namun menjaga keseimbangan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak.
Baca juga: Ispektorat Kudus periksa ketua K3S terkait laporan dugaan pungli guru

